Semarang, TR – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya langkah restrukturisasi distribusi tanah saat mengisi kuliah umum di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), Semarang. Beliau menjelaskan bahwa penataan ulang pembagian lahan ini merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan tanah benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Dalam acara yang berlangsung pada Sabtu (02/05/2026), Menteri Nusron berbagi cerita mengenai pesan khusus dari kepala negara. Beliau mengatakan bahwa Presiden memanggilnya sebelum pelantikan untuk membahas agenda besar di sektor pertanahan. “Sebelum dilantik saya dipanggil Pak Presiden untuk menciptakan restrukturisasi distribusi tanah yang lebih mengedepankan keadilan, pemerataan, dan keberlanjutan ekonomi. Tiga kata itu kuncinya,” ujar Menteri Nusron dengan tegas.
Ketimpangan penguasaan lahan saat ini memang masih menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Menteri Nusron menilai restrukturisasi distribusi tanah menjadi solusi nyata untuk membuka akses bagi rakyat kecil. Beliau melihat selama ini sebagian besar tanah masih berada di bawah kontrol kelompok tertentu saja. Akibatnya, masyarakat luas kesulitan memanfaatkan tanah sebagai sumber modal usaha atau alat pengentas kemiskinan.
Menteri Nusron juga mengutip pemikiran ekonom ternama, Hernando de Soto, mengenai konsep akses hukum. Beliau percaya bahwa akses terhadap kepemilikan tanah adalah kunci utama agar seseorang bisa mandiri secara finansial. “Bagaimana seseorang bisa keluar dari kemiskinan jika tidak memiliki akses paling dasar, yaitu tanah,” ungkapnya di hadapan 100 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.
Menjaga Keberlanjutan Ekonomi Nasional
Meskipun fokus pada rakyat kecil, pemerintah tetap berkomitmen menjaga iklim usaha yang sehat. Menteri Nusron menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak bermaksud mematikan pelaku usaha besar yang sudah ada. Namun, negara ingin mendorong kelompok kecil agar bisa tumbuh menjadi besar melalui pemberian kesempatan yang sama. “Adil saja tidak cukup, merata saja tidak cukup, kalau tidak ada keberlanjutan ekonomi. Yang kecil harus menjadi besar, dan yang belum punya akses harus diberikan kesempatan,” tambahnya lagi.
Acara ini berjalan dengan sangat interaktif dan penuh semangat dari para mahasiswa berbagai fakultas. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim, Noor Achmad, serta Rektor UNWAHAS, Helmy Purwanto, beserta jajaran pejabat penting dari lingkungan Kementerian ATR/BPN.(ATR/BPN)













