Tahuna, TR – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Musim kemarau panjang akibat dampak El-Nino memicu kondisi medan menjadi sangat kering pada akhir September 2026. Langkah pencegahan ini bertujuan untuk melindungi lingkungan dan permukiman warga dari bahaya api.
Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Sangihe bergerak cepat mengantisipasi ancaman tersebut. Petugas menyebarkan imbauan keselamatan dan memperketat pengawasan di seluruh wilayah rawan. Langkah ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah demi menjaga keselamatan masyarakat.
Baca juga:https://teropongrakyat.com/status-tanggap-darurat-kekeringan-sangihe-diperpanjang-tiga-bulan/
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ario Fanny Areba, SE., memberikan keterangan resmi pada Senin (28/9/2026). Beliau menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menerbitkan Instruksi Bupati terkait pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah daerah meneruskan instruksi tersebut kepada para camat, kapitalaung, dan lurah. Selanjutnya, para pejabat wilayah menyosialisasikan aturan ini secara langsung kepada warga setempat.
“Menjadi perhatian dan membutuhkan dukungan semua pihak. Kita perlu bersama-sama mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran, baik yang terjadi karena faktor kesengajaan, kita himbau tidak melakukan Pembakaran saat membuka lahan,” kata Ario.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghindari semua aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Warga harus ekstra hati-hati saat membuang puntung rokok di area terbuka.
“Kita harapkan membuang puntung rokok, harus di pastikan sudah benar-benar mati terlebih dahulu. Kemudian untuk pembukaan lahan, untuk sementara jangan dilakukan dengan cara membakar,” ujarnya.
Masyarakat perlu mematuhi aturan ini demi mencegah bencana yang lebih besar. Kerjasama dari seluruh lapisan warga sangat menentukan keberhasilan pencegahan kebakaran.
Kesiapsiagaan Armada dan Kendala Lapangan
Satpol PP dan Damkar Sangihe terus menyiagakan armada pemadam kebakaran selama 24 jam. Tim petugas siap meluncur dengan cepat setiap kali menerima laporan dari warga.
Namun, Ario mengakui adanya tantangan di lapangan. Kebakaran di kawasan pelosok sering kali sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam kebakaran.
Oleh karena itu, petugas memperkuat sosialisasi mitigasi bencana kepada warga. Pemerintah bahkan telah menyebarkan nomor kontak Kepala Satuan dan Kepala Bidang agar masyarakat bisa melapor dengan cepat jika melihat kobaran api.(Unk)













