banner 846x362

Pemanfaatan AI Etis: Mahasiswa UPER Jadi Google Student Ambassador

JAKARTA, TR – Arus penggunaan teknologi pintar di dunia pendidikan tinggi kini semakin tidak terbendung. Namun, tantangan besar muncul ketika mahasiswa harus menjaga integritas di tengah kemudahan tersebut. Sebagai bentuk respons nyata, seorang mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) sukses mendorong pemanfaatan AI etis hingga berhasil menembus posisi Top 5 Google Student Ambassador (GSA) tingkat nasional.

Iman Dwi Satrio, mahasiswa program studi Ilmu Komputer angkatan 2024, membuktikan bahwa teknologi bukan sekadar alat bantu instan. Melalui pendekatan yang ia kembangkan, ia menunjukkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan secara bijak justru mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Keberhasilan ini menjadi angin segar di tengah tingginya kekhawatiran publik terhadap praktik kecurangan akademik berbasis mesin.

Inovasi Belajar Melalui Pemanfaatan AI Etis

Iman mengawali perjalanannya dengan sebuah keresahan sebagai lulusan SMK yang merasa tertinggal pada awal perkuliahan. Namun, ia tidak memilih jalan pintas untuk menyalin jawaban secara buta. Sebaliknya, ia menjadikan sistem cerdas ini sebagai rekan diskusi untuk membedah konsep-konsep rumit dalam bahasa yang lebih sederhana.

Strategi yang ia terapkan berfokus pada verifikasi hasil dan pemahaman logika dasar. Menurutnya, mahasiswa harus mampu memvalidasi setiap keluaran teknologi agar terhindar dari informasi yang menyesatkan atau halusinasi sistem. Oleh karena itu, prinsip utama yang ia usung adalah memosisikan teknologi sebagai penguat proses berpikir, bukan pengganti otak manusia.

Dedikasi dalam menyebarkan semangat pemanfaatan AI etis ini membawa Iman meraih kategori Tier Trailblazer. Ini merupakan kasta tertinggi dalam program Google Student Ambassador. Dari total sekitar 12.000 pendaftar di seluruh Indonesia, hanya lima mahasiswa terbaik yang berhasil menduduki posisi prestisius tersebut.

Pihak penyelenggara memberikan penilaian tinggi karena materi edukasi yang Iman bagikan dinilai mampu mengubah pola pikir mahasiswa. Selain itu, ia juga aktif menggelar demonstrasi fitur dan melakukan pendampingan melalui konten digital di media sosial. Langkah ini terbukti efektif dalam menjangkau ratusan mahasiswa lainnya untuk lebih mandiri dan kritis saat menggunakan teknologi terbaru.

Prestasi gemilang ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak kampus. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, menegaskan bahwa pencapaian Iman sangat selaras dengan visi institusi. Kampus berkomitmen untuk terus mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki moralitas yang kuat.

Selanjutnya, Iman berencana memperkuat komunitas belajar bagi para talenta digital di lingkungan internal universitas. Melalui wadah ini, ia ingin menciptakan budaya saling membimbing antar mahasiswa dalam menguasai teknologi masa depan. Dengan demikian, ekosistem akademik yang sehat dan adaptif terhadap perkembangan zaman dapat terwujud secara berkelanjutan.(HUP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *