banner 846x362

Krisis Air Bersih, Mahasiswa UPER Rancang Instalasi Pengolahan Air Gambut Jadi Air Bersih Layak Konsumsi

Jakarta, TR – Jutaan masyarakat di kawasan lahan gambut masih kesulitan mendapatkan air bersih yang layak untuk kehidupan sehari-hari. Wilayah ini sebenarnya memiliki sumber air yang sangat melimpah, namun kondisinya asam, berwarna cokelat pekat, serta mengandung logam tinggi.

​Kondisi tersebut membuat sekitar 41 juta penduduk Indonesia di wilayah gambut tidak bisa langsung memanfaatkannya. Berangkat dari masalah nyata ini, lima mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina (UPER) menciptakan sebuah inovasi mutakhir.

​Muhammad Karunia Vivaldi bersama empat rekannya merancang Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gambut Skala Komunal melalui proyek Capstone Design. Sistem inovatif ini hadir sebagai alternatif penyediaan air bersih yang ekonomis, mudah, dan berkelanjutan.

​Tim mahasiswa memilih Desa Indrapura sebagai lokasi studi kasus utama karena memiliki karakteristik lahan gambut yang kuat. Konsep utama perancangan ini berfokus pada penyesuaian tahap pengolahan dengan sifat air baku dan kebutuhan masyarakat.

​“Desa Indrapura kami pilih sebagai lokasi studi kasus karena karakteristiknya merepresentasikan tantangan penyediaan air bersih di kawasan lahan gambut. Konsep utama perancangan ini adalah menyesuaikan setiap tahapan pengolahan dengan karakteristik air baku sekaligus proyeksi kebutuhan air masyarakat hingga 20 tahun ke depan. Dengan pendekatan tersebut, sistem yang dirancang tidak hanya mampu meningkatkan kualitas air, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan secara berkelanjutan dan dikembangkan di wilayah lahan gambut lainnya,” ujar Vivaldi, Ketua Tim.

​Sebelum membangun instalasi, tim menguji sampel air secara langsung di laboratorium untuk mengetahui kandungan zat di dalamnya. Hasil pengujian menunjukkan air desa tersebut memiliki tingkat keasaman (pH) ekstrem pada angka 3, padahal batas aman air minum berada pada pH 6,5–8,5.

​Dalam proses perancangan, tim sangat memperhatikan efektivitas alat, biaya pembangunan yang terjangkau, serta kemudahan operasional. Sistem canggih ini bekerja menurunkan keasaman, menyaring zat pencemar, dan memurnikan air menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO).

​Teknologi ini berhasil mengubah air yang semula cokelat dan tercemar besi-mangan menjadi air bersih yang aman sesuai standar kesehatan. Warga desa kini bisa mengoperasikan dan merawat alat ini secara mandiri dengan sangat mudah.

​”Kami merancang sistem yang tidak hanya efektif mengolah air gambut menjadi air bersih, tetapi juga mudah dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat. Harapannya, teknologi ini dapat menjadi solusi yang berkelanjutan bagi desa-desa yang menghadapi persoalan serupa,” tambah Vivaldi.

Dukungan Kampus Terhadap Target SDG 6

​Dosen Pembimbing Teknik Lingkungan UPER, Dr.Eng. Ari Rahman, S.T., M.Eng., menilai inovasi ini membuktikan bahwa kampus mampu melahirkan solusi nyata. Pembelajaran terintegrasi melatih mahasiswa menyelesaikan masalah lingkungan sekaligus sosial ekonomi masyarakat.

​”Melalui Capstone Design pada Mata Kuliah Proyek Terintegrasi Berbasis Lingkungan (PTBL), mahasiswa tidak hanya belajar menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga merancang solusi berbasis data yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi agar dapat diterapkan secara nyata di masyarakat,” jelas Dr. Ari.

​Pjs. Rektor UPER, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., mengapresiasi tinggi karya nyata mahasiswa yang mendukung penuh pencapaian target SDG 6 tentang air bersih. Prestasi ini mengukuhkan posisi UPER sebagai salah satu kampus terbaik dalam isu lingkungan.

​”Pengembangan solusi untuk akses air bersih merupakan bagian dari komitmen Universitas Pertamina dalam mendukung pencapaian SDG 6 (Clean Water and Sanitation). Capaian kami sebagai perguruan tinggi swasta peringkat keempat terbaik di Indonesia pada kategori SDG 6 dalam THE Impact Rankings 2026 menjadi motivasi untuk terus menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Djoko.(HUP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *