banner 846x362

Mahasiswa UPER Ubah Minyak Jelantah Jadi Produk Perawatan Sepatu

Jakarta, TR – Empat mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) sukses mengubah minyak jelantah menjadi produk perawatan sepatu bernama ReSoleve. Melalui inovasi pengolahan limbah minyak goreng ini, mereka berhasil meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan pendanaan setelah menyaring ribuan proposal dari seluruh Indonesia pada April hingga Juni 2026.

​Tim ReSoleve merancang produk ini karena melihat besarnya potensi limbah rumah tangga. Saat ini, sekitar sepertiga sisa minyak konsumsi di Indonesia masih terbuang tanpa pengolahan kembali. Oleh karena itu, Azrina Rahmah, Nurhalizah, Ariens Traiyu Pudita, dan Aisyah Fitryah menciptakan solusi kreatif. Mereka membuat pembersih dan balsam sepatu ramah lingkungan dari sisa bahan tersebut.

​Proses pembuatan ReSoleve melalui beberapa tahapan penting agar produk aman bagi konsumen. Pertama, tim menyaring sisa makanan lalu menghilangkan bau serta warna sisa minyak. Selanjutnya, mereka menetralisir zat berbahaya akibat pemakaian berulang sebelum mengolahnya menjadi pembersih.

​”Kami melihat minyak jelantah bukan sekadar limbah, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Melalui ReSoleve, kami ingin menunjukkan bahwa konsep ekonomi sirkular dapat diterapkan melalui inovasi sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Nurhalizah.

​Setelah pemurnian selesai, mereka memproses bahan baku menjadi dua varian produk perawatan. Tim mencampur minyak murni dengan kalium hidroksida untuk memproduksi busa pembersih. Selain itu, mereka menambahkan lilin lebah guna menghasilkan balsam pengkilap kulit sepatu.

​”Pada pembersih sepatu, minyak jelantah yang telah dimurnikan diolah menggunakan kalium hidroksida (KOH) sehingga menghasilkan bahan pembersih yang mampu mengangkat kotoran. Kami kemudian menambahkan ekstrak daun marjoram dan bunga sedap malam sebagai pewangi alami agar produk tidak hanya efektif membersihkan, tetapi juga memiliki aroma yang lebih segar. Sementara itu, balsam kulit sepatu dibuat dengan memadukan minyak jelantah murni dan beeswax (lilin lebah) untuk membantu menjaga kelembapan serta kilau kulit sepatu,” jelas Nurhalizah.

Target Pemasaran ReSoleve Secara Digital

​Dosen pendamping tim, Rico Ricardo, S.E., M.Ec., sangat mengapresiasi pencapaian luar biasa ini. Rencananya, tim akan menggunakan dana sebesar Rp10 juta untuk memperbesar kapasitas produksi. Kemudian, mereka akan memperluas jangkauan pasar secara daring.

​”Pendanaan sebesar Rp10 juta akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pemasaran melalui media sosial dan platform e-commerce. Berdasarkan rencana bisnis yang telah disusun, ReSoleve diproyeksikan mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp14 juta per bulan,” kata Rico.

​Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., turut memuji hasil kerja keras para mahasiswa. Kampus selalu mendukung penuh inkubasi bisnis sirkular yang mendukung kelestarian lingkungan seperti ini.

​“Tidak hanya didukung oleh proses pembelajaran khususnya melalui peminatan Energy Economy and Sustainability pada Program Studi Ekonomi UPER, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan wirausaha melalui program Inkubasi Bisnis UPER. Saat ini telah memberikan pendampingan kepada 62 tim dengan total pendanaan mencapai Rp180 juta,” tutup Prof. Djoko.(HUP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *