Tahuna, TR – Tim gabungan TNI dan Polri menggagalkan aksi penyelundupan kosmetik ilegal jenis Cream Brilliant asal Filipina. Petugas menghentikan penyelundupan ini di perairan Kampung Tariang Baru, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (27/7/2026) malam.
Aksi cepat petugas berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai perahu asing bergerak menuju perairan Tabukan Tengah. Petugas merespons informasi tersebut sekitar pukul 23.45 WITA dengan menggelar patroli di jalur laut perbatasan Indonesia.
Tim gabungan langsung mencegat perahu mencurigakan saat memasuki perairan Tariang Baru. Petugas menemukan puluhan dus kosmetik ilegal yang tersusun di dalam perahu tersebut.
Petugas membawa seluruh barang bukti beserta perahu pengangkut menuju Pelabuhan Petta, Kecamatan Tabukan Utara. Langkah ini bertujuan untuk memudahkan pemeriksaan lanjutan dan pendataan barang bukti.
Kepala Tim Lintas Batas Operasi sekaligus Kapolsek Tahuna, IPTU Chergli Sarite, S.Pd, mengonfirmasi keberhasilan penindakan ini pada Selasa (28/7/2026). Tim mendapati 29 dus kosmetik Cream Brilliant dengan kemasan plastik berwarna kuning dan merah.
Setiap dus berisi 100 paket kosmetik, sehingga total barang bukti mencapai 2.900 kemasan. Petugas menduga kuat produk kecantikan ini masuk secara ilegal tanpa melewati pemeriksaan resmi BPOM.
Aparat bergerak cepat menyita ribuan kosmetik tersebut dan memeriksa pihak-pihak terkait di lokasi penangkapan.
”Saat ini kita telah mengamankan barang bukti berupa alat kosmetik tersebut, setelah melakukan interogasi awal dan masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pemilik barang tersebut,” ujar IPTU Chergli.
Penyelidik mencatat para pengangkut barang hanya bertugas membawa produk hingga wilayah Kepulauan Sangihe. Petugas terus mendalami tujuan akhir pengiriman barang, termasuk potensi distribusi ke Kota Manado maupun daerah lain.
”Hingga saat ini pemilik barang tersebut masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan,” tambahnya.
Dua ABK Diamankan Petugas
Petugas menahan dua anak buah kapal (ABK) untuk menjalani pemeriksaan intensif di markas kepolisian setempat. Keterangan dari kedua ABK menjadi kunci penting untuk membongkar jaringan penyelundupan antarnegara ini.
Operasi gabungan ini melibatkan personel Polri, TNI Angkatan Darat, dan TNI Angkatan Laut Tahuna. Kolaborasi ini mempertegas komitmen aparat keamanan dalam menjaga kedaulatan serta memperketat pengawasan di wilayah perbatasan Indonesia.(Unk)













