Jakarta, TR – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2025-2029. Kementerian ATR/BPN mengambil langkah ini agar pelaksanaan program serta kebijakan lembaga semakin terarah, terukur, dan membuahkan hasil nyata bagi masyarakat.
Untuk menguatkan langkah strategis tersebut, Kementerian ATR/BPN menggelar Coaching Clinic “Penajaman Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Daerah” pada Selasa (28/07/2026). Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, membuka langsung kegiatan ini secara daring dari Jakarta.
Melalui agenda coaching clinic ini, Sekjen ATR/BPN mendorong seluruh satuan kerja agar memiliki standar kinerja yang setara. Penyelarasan indikator kinerja ini mencakup tingkat pusat, Kantor Wilayah BPN Provinsi, hingga Kantor Pertanahan di seluruh kabupaten dan kota.
”Melalui Coaching Clinic ini, kita ingin memastikan seluruh satuan kerja memiliki pemahaman yang sama, dari pusat hingga daerah. Setiap indikator kinerja harus memiliki definisi operasional yang jelas, target yang realistis, sumber data yang valid, serta evidence yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Dalu Agung Darmawan saat membuka kegiatan secara daring.
Dalu Agung Darmawan menegaskan bahwa pejabat tidak boleh memandang indikator kinerja sekadar sebagai pemenuhan administrasi. Setiap indikator kinerja harus mampu menggambarkan hasil yang berdampak nyata dan langsung terasa oleh masyarakat.
Oleh karena itu, Sekjen ATR/BPN meminta seluruh satuan kerja menerapkan empat prinsip utama secara konsisten. Prinsip tersebut meliputi satu indikator, satu definisi, satu sumber data, dan satu alur kendali.
”Indikator, seperti dokumen perencanaan, mulai dari RPJMN, Renstra, Perjanjian Kinerja, Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), hingga Laporan Kinerja, perlu saling terhubung dalam satu sistem pengelolaan kinerja agar setiap capaian unit kerja memberikan kontribusi yang jelas terhadap sasaran strategis Kementerian ATR/BPN,” tutur Dalu Agung Darmawan.
Panitia menyelenggarakan Coaching Clinic ini dalam tujuh sesi intensif bersama para narasumber ahli. Para narasumber memperdalam pemahaman peserta mengenai sasaran strategis, IKU, IKK, serta penyelarasan cascading indikator dari tingkat Pusat hingga Kantor Wilayah dan Kantor Pertanahan.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) bersama seluruh Kepala Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian ATR/BPN menyampaikan langsung materi paparan tersebut. Mereka membimbing peserta untuk menyusun target kerja yang transparan dan akuntabel.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Bahrun Munawir, bertindak sebagai Ketua Penyelenggara Coaching Clinic. Bahrun berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang diskusi yang konstruktif bagi seluruh peserta yang hadir.
“Semoga menjadi wadah untuk mengidentifikasi berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi di daerah, sekaligus menghimpun saran serta masukan dari seluruh peserta sebagai bahan penyempurnaan penyusunan perencanaan, penganggaran, dan pengelolaan kinerja,” tuturnya.
Melibatkan Ratusan Pejabat Perencanaan Seluruh Indonesia
Sebanyak 995 peserta mengikuti kegiatan ini secara aktif dari berbagai wilayah. Peserta terdiri atas Pejabat Administrator yang membidangi perencanaan dan penganggaran di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Selain itu, Kepala Bagian Tata Usaha seluruh Kantor Wilayah BPN Provinsi juga menyimak pemaparan materi. Kepala Subbagian Tata Usaha pada Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia turut memperkuat barisan peserta.
Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Andi Tenri Abeng, turut hadir sebagai keynote speaker. Kehadiran seluruh elemen ini makin mempertegas komitmen Kementerian ATR/BPN dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif dan berkualitas.(ATR/BPN)













