Manado, TR – Tim URC Ditreskrimum Polda Sulut memberikan keterangan resmi terkait insiden viral seorang dokter berinisial W pengemudi mobil listrik yang nyaris menabrak petugas sekuriti di kawasan Megamas Manado, Sabtu (10/10/203/2026) dinihari pukul 02.30 WITA. Terduga pelaku kini telah diserahkan ke Polresta Manado.
Kanit II URC Polda Sulut, Ipda Andros Hinur, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk melakukan backup kewilayahan terhadap kasus yang menyedot perhatian publik ini.
“Hari ini kami URC Ditreskrimum Polda Sulut, ada Kanit I Ipda Rivo Wowiling juga ada anggota URC. Kami menjelaskan tentang perihal kejadian yang terjadi tadi subuh, sekitar pukul 2. Jadi yang terjadi itu sudah viral di media sosial. Ada seorang laki-laki yang menabrak, katanya di redaksi itu menabrak, hendak menabrak seorang security di kawasan Megamas,” ujar Ipda Andros kepada wartawan, Sabtu (10/10) malam.
Menurut Ipda Andros, langkah pengamanan ini merupakan bentuk dukungan penanganan perkara yang menjadi perhatian masyarakat.
“Seperti rekan-rekan ketahui, kami URC Ditreskrimum Polda Sulut itu mem-backup kewilayahan untuk kasus-kasus yang viral, yang menjadi perhatian publik, dan kasus-kasus entah yang berintensitas tinggi ataupun yang kasus biasa,” jelasnya.
Setelah berhasil mengidentifikasi dan melakukan pendekatan, pihak kepolisian menyebutkan bahwa terduga pelaku telah datang secara kooperatif untuk mengklarifikasi kejadian tersebut.
“Dan untuk tadi, kami berhasil mengidentifikasi laki-laki tersebut. Kami lakukan pendekatan yang bersangkutan datang ke kami untuk mengklarifikasi perihal kejadian tadi subuh,” tutur Ipda Andros.
Dalam pemeriksaan awal, yang bersangkutan juga telah mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kepolisian.
“Kalau dari pengakuan yang bersangkutan kepada kami ya seperti itu, mengaku salah dan meminta maaf kepada kami, seperti itu,” ungkapnya.
Kendati demikian, karena telah ada laporan resmi atau pengaduan dari korban, proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur. Pihak Polda Sulut langsung melimpahkan penanganan kasus ini ke Polresta Manado.
“Tapi karena sudah ada pengaduan, tetap sesuai prosedur yang ada, kami geser ke Polresta Manado sebentar. Nanti kami sudah berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Manado dan selanjutnya sebentar akan kami geser yang bersangkutan ke Polresta Manado,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto mengatakan setelah posting tersebut viral tim langsung bergerak melaksanakan full bucket.
“Setelah melihat postingan yang viral di media sosial mengenai keributan dan pencatutan salah satu pimpinan kepolisian di Polda Sulut, tim URC Polresta Manado, Satintel, Satlantas, yang dibackup oleh satuan dari Polda Sulawesi Utara, melaksanakan full bucket terkait masalah postingan tersebut,” ujar Kompol Elwin.
Menurutnya Kasat Reskrim, melakukan profiling dan mengundang yang bersangkutan untuk hadir ke Polresta Manado.
“Dari hasil profiling, didapatkan bahwa terduga terlapor tinggal di wilayah Bitung. Pihak URC Polresta Manado kemudian menghubungi dan mengundang yang bersangkutan untuk hadir ke Polresta Manado guna diklarifikasi,” ungkapnya.
Dokter W dalam pemeriksaan Sat Reskrim Polresta Manado
Dokter W saat ini sedang dalam pemeriksaan oleh Satreskrim Polresta Manado.
“Saat ini yang bersangkutan sudah berada di Polresta Manado setelah tadi diantar oleh URC Polda Sulawesi Utara. Terduga pelaku sedang dimintai keterangan untuk mengetahui cerita dan kronologi kejadian secara utuh mengenai apa dan seperti apa yang terjadi pada dini hari tersebut,” tandasnya.(One/Red)













