Batang, TR – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mendatangi Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Kamis (30/07/2026). Ia menghadiri Akad Massal 62.000 Unit Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Rumah Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan bernilai Rp880 miliar. Kehadiran Menteri Nusron membuktikan komitmen Kementerian ATR/BPN dalam mendukung ekosistem perumahan yang berkelanjutan lewat administrasi pertanahan dan kepastian hukum tanah.
“Dengan legalitas tanah yang kuat dan pelayanan pertanahan yang semakin modern, pembangunan perumahan dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat sebagai pemilik rumah,” kata Menteri Nusron.
Kepastian hukum atas tanah menjadi bagian penting dalam pembangunan perumahan. Masyarakat mendapatkan jaminan hukum atas rumah tinggal mereka lewat legalitas tanah yang sah.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung prosesi akad massal ini sebagai bagian dari program Tiga Juta Rumah. Kegiatan ini berlangsung serentak pada 165 titik di 372 kabupaten/kota dalam 36 provinsi. Para Menteri Kabinet Merah Putih, gubernur, pemerintah daerah, pengembang properti, dan ratusan warga penerima manfaat ikut meramaikan acara tersebut.
“Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tambah Menteri Nusron.
Sinergi Pemerintah Percepat Sertipikasi Tanah
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memuji dukungan Kementerian ATR/BPN dalam memberi kepastian hukum tanah warga. Kementerian ATR/BPN terus mendukung program Tiga Juta Rumah dengan mempercepat penyelesaian sertipikasi tanah. Sinergi antarkementerian menjadi kunci utama agar masyarakat bisa memiliki rumah bertanah legal.
Presiden Prabowo bersama Menteri PKP Maruarar Sirait menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat di lokasi acara. Presiden Prabowo juga menyapa dan berdialog dengan warga sekitar.
Presiden Prabowo menekan tombol peresmian program rumah subsidi bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri PKP, serta perwakilan penerima manfaat. Aksi tersebut menjadi penutup acara sekaligus tanda mulainya penyaluran manfaat rumah bagi puluhan ribu keluarga Indonesia.(ATR/BPN)













