banner 846x362

Koordinasi Sekjen ATR/BPN dan Kepala ANRI, Perkuat Tata Kelola Arsip Pertanahan di Era Digital

JAKARTA, TR – Penguatan tata kelola arsip pertanahan di era digital menjadi fokus koordinasi antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, mengunjungi Kantor ANRI di Jakarta, Rabu (25/02/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan arsip pertanahan yang semakin kompleks di tengah transformasi digital.

“Yang paling mendasar karena arsip itu tulang punggung pelayanan Kementerian ATR/BPN. Arsip menjadi penting untuk menjaga aset masyarakat sehingga kami perlu bantuan Bapak/Ibu sekalian soal bagaimana pengelolaannya,” ujar Dalu Agung Darmawan.

Dalam pertemuan tersebut, Sekjen ATR/BPN diterima langsung oleh Kepala ANRI, Mego Pinandito, beserta jajaran. Ia menegaskan bahwa arsip kerap menjadi faktor krusial ketika muncul sengketa atau persoalan pertanahan di berbagai daerah.

Dengan jumlah Kantor Pertanahan yang tersebar di seluruh Indonesia, pengelolaan arsip dinilai memiliki tantangan tersendiri. Ketika terjadi sengketa, dokumen lama sering kali menjadi rujukan utama dalam memastikan kepastian hukum atas tanah.

“Ketika ada persoalan pertanahan, arsip kita kalau pengelolaannya tidak bagus, sering kali kita mencari dari sekian ribu berkas ternyata tidak ada. Ini soal sumber daya manusia (SDM) pengelola arsip. Apakah sistemnya atau memang kurang orangnya, ini yang perlu kita benahi,” jelasnya.

Menurut Dalu Agung Darmawan, tantangan tersebut semakin besar seiring transformasi menuju Sertipikat Elektronik. Digitalisasi di satu sisi membawa efisiensi dan meningkatkan keamanan data pertanahan. Namun di sisi lain, dokumen fisik atau warkah tetap membutuhkan ruang penyimpanan yang memadai agar tidak menumpuk dan tetap tertata dengan baik.

Menanggapi hal itu, Mego Pinandito menyatakan kesiapan ANRI untuk mendukung penguatan tata kelola arsip di lingkungan ATR/BPN. Jika persoalan utama terletak pada kapasitas SDM, maka peningkatan kompetensi menjadi langkah strategis yang dapat segera dijalankan.

Sebagai solusi konkret, ANRI mengusulkan agar kurikulum kearsipan dimasukkan dalam pendidikan di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). Dengan demikian, calon aparatur pertanahan telah dibekali pemahaman tata kelola arsip sejak masa pendidikan.

Selain itu, program magang di unit arsip dengan pendampingan langsung dari ANRI juga dinilai efektif untuk memperkuat kemampuan teknis pengelolaan arsip. ANRI turut membuka peluang dukungan dalam bentuk pendampingan teknis serta penambahan tenaga arsiparis sesuai kebutuhan.

“Secara prinsip kami siap membantu dan akan terus berkoordinasi agar tata kelola arsip pertanahan semakin baik,” pungkas Mego Pinandito.

Dalam kunjungan tersebut, Sekjen ATR/BPN turut didampingi Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan ATR/BPN, Awaludin, serta sejumlah Pejabat Administrator di lingkungan ATR/BPN.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antarinstansi dalam mewujudkan sistem kearsipan pertanahan yang tertib, modern, dan akuntabel, sekaligus mendukung transformasi digital layanan pertanahan di Indonesia.(ATR/BPN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *