Manado, TR – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara baru saja melakukan gebrakan besar dalam mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan tambang.
Mereka menyasar PT Hakian Wellem Rumansi atau PT HWR sebagai pusat perkara yang merugikan negara tersebut. Langkah berani ini bertujuan untuk membongkar praktik gelap yang selama ini tersembunyi di balik industri pertambangan.
Penyidik mengeksekusi penggeledahan serentak di lima toko emas yang tersebar di wilayah Kota Manado dan Kota Kotamobagu pada Senin, 2 Maret 2026. Aksi ini menjadi bukti keseriusan jaksa dalam mengejar aset serta barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut. Warga di sekitar lokasi penggeledahan sempat menyaksikan kehadiran tim hukum yang bergerak dengan cepat dan taktis.
Aliran Emas Ilegal PT HWR Terlacak
Penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya paksa penyidik untuk mengusut aliran emas hasil produksi PT HWR di wilayah Ratatotok, Minahasa Tenggara. Jaksa menduga pihak perusahaan mengelola hasil bumi tersebut secara melawan hukum selama dua dekade, tepatnya periode 2005 hingga 2025. Penelusuran dokumen dan barang berharga di toko emas tersebut menjadi kunci utama untuk mengungkap jaringan pencucian uang.
Kepala Seksi Penyidikan Kejati Sulut memimpin langsung operasi lapangan ini dengan pengawalan ketat dari personel DANPOMAL. Kehadiran aparat militer memastikan seluruh proses hukum berjalan kondusif tanpa ada hambatan dari pihak manapun. Tim bergerak menyisir rak-rak perhiasan serta brankas penyimpanan untuk menemukan keterkaitan transaksi dengan hasil tambang ilegal.
Lokasi Strategis di Manado dan Kotamobagu
Aparat menyasar sejumlah titik strategis di pusat keramaian, termasuk Toko Emas Bobby dan Toko Istana Jewelry yang cukup ternama. Selain itu, petugas juga memeriksa dengan teliti Toko Emas London di kawasan Jalan Walanda Maramis serta usaha milik Haji Murni di Kompleks Marina Plaza. Penjagaan ketat di Kompleks Pasar 45 Manado menarik perhatian besar dari masyarakat yang melintas.
Penyidik meyakini bahwa toko-toko ini memegang informasi penting mengenai distribusi emas yang berasal dari Ratatotok. Hingga berita ini turun, tim masih menginventarisir dokumen-dokumen keuangan dan bukti transaksi yang tersita selama operasi berlangsung.(Tim)













