banner 846x362

Kabut Asap Karhutla Kiriman Selimuti Sangihe, Pemda Imbau Warga Pakai Masker

Tahuna, TR – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kiriman dari daerah lain mulai menyelimuti wilayah Kepulauan Sangihe. Fenomena alam ini terjadi dan bertahan selama beberapa pekan terakhir. Pemerintah Daerah Kepulauan Sangihe langsung merespons situasi ini. Pemda mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe menyampaikan imbauan resmi ini secara terbuka. Langkah cepat tersebut bertujuan mencegah gangguan kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah ingin warga terlindung dari risiko bahaya udara kotor.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, ME., menegaskan bahaya udara berasap tersebut. Beliau menjelaskan bahwa kabut asap kebakaran mengandung partikel berbahaya. Partikel ini memicu iritasi mata, batuk, sesak napas, hingga infeksi saluran pernapasan.

“Paparan asap dari kebakaran dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat yang memiliki penyakit tertentu, seperti asma serta gangguan paru-paru dan jantung,” ujar dokter Handry Rabu (14/10/2026).

Dinas Kesehatan memberikan perhatian ekstra kepada kelompok warga tertentu. Anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta masuk dalam kelompok rentan. Mereka menghadapi risiko kesehatan yang jauh lebih tinggi.

“Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, saya berharap masyarakat membatasi aktivitas diluar rumah terutama bagi kelompok rentan,” imbuhnya.

Masyarakat harus menghentikan kebiasaan membakar sampah, hutan, maupun lahan. Larangan ini berlaku keras terutama selama musim kemarau panjang. Warga yang terpaksa keluar rumah wajib memakai masker standar seperti N95. Masker tersebut mampu menyaring partikel halus dengan baik.

Warga perlu menutup pintu dan jendela rumah saat asap menebal. Langkah ini efektif mengurangi paparan asap pekat ke dalam ruangan. Warga juga wajib meminum air putih yang aman dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menjaga kebersihan tempat penampungan air juga sangat penting.

Masyarakat harus langsung mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami masalah pernapasan. Puskesmas siap melayani warga yang mengeluhkan batuk berat atau sesak napas.

Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Cegah Kebakaran

Dinas Kesehatan mengajak pemerintah kampung, kelurahan, tokoh masyarakat, dan seluruh warga untuk bersatu. Semua pihak harus berperan aktif mencegah kebakaran lahan. Langkah ini vital untuk melindungi kelompok rentan dari bahaya asap.

“Pencegahan kebakaran berarti melindungi kesehatan dan menyelamatkan kehidupan. Mari kita jaga diri, lindungi keluarga, dan pelihara alam Sangihe yang kita cintai,” ajaknya.

Imbauan ini menumbuhkan kepedulian bersama terhadap bahaya kebakaran. Masyarakat Sangihe diharapkan dapat menjalani aktivitas harian dengan aman dan sehat.(Unk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *