banner 846x362

Jumlah Tenaga Apoteker di Sangihe Masih Minim dalam Mendukung Pelayanan Kesehatan

Tahuna, TR – Fasilitas kesehatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe masih kekurangan tenaga apoteker. Kondisi ini memengaruhi kelancaran pelayanan kesehatan masyarakat di rumah sakit dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Apoteker Madya, Rillya Tasin, S.Si.M.Kes.Apt, menyampaikan permasalahan ini saat momen Hari Apoteker Sedunia. Beliau menyoroti pentingnya peran apoteker dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan daerah.

Sangihe membutuhkan pemenuhan tenaga kesehatan yang seimbang di seluruh wilayah. Pemerintah daerah sendiri telah menjalankan berbagai kebijakan untuk memenuhi kebutuhan apoteker tersebut.

Jumlah apoteker di fasilitas kesehatan Sangihe belum ideal. Banyak fasilitas kesehatan yang masih menjalankan layanan tanpa ketersediaan apoteker khusus.

“Kalau perbandingan jumlah Apoteker di Rumah Sakit ataupun Puskesmas masih sangat kurang, tidak semua Puskesmas Miliki Apoteker,” katanya.

Ketiadaan tenaga ahli ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Keseimbangan jumlah tenaga medis sangat penting demi menjamin mutu layanan masyarakat.

Apoteker memegang peran vital dalam rantai pelayanan medis harian. Tugas utama mereka tidak hanya sebatas menyiapkan obat-obatan untuk pasien.

Tasin menjelaskan Peran apoteker tidak hanya sebatas menyiapkan obat-obatan, tetapi juga memastikan obat yang diberikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan, berkualitas, aman, dan efektif.

Masyarakat harus mendapatkan perlindungan maksimal saat mengonsumsi obat-obatan. Kehadiran apoteker memastikan setiap pasien menerima dosis dan jenis obat yang tepat.

Imbauan Konsumsi Obat Secara Aman

Pemerintah terus mengedukasi warga terkait penggunaan obat yang aman. Masyarakat wajib membeli obat di fasilitas farmasi resmi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menkonsumsi obat yang didapat diluar dari apotik resmi. Dengan tagline tanya obat tanya apoteker mengedukasi masyarakat agar senantiasa mendapatkan obat sesuai resep dokter yang diberikan.

Edukasi publik ini bertujuan untuk mencegah bahaya penyalahgunaan obat di kalangan warga. Kerjasama masyarakat sangat membantu menciptakan pola hidup sehat dan aman.(Unk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *