Manado, TR – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Manado melalui Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal (PPKK) / Marine Inspector menggelar kampanye keselamatan kapal yang berfokus pada pemenuhan keselamatan kebakaran di KM Express Cantika Lestari, Selasa (29/09/2026).
Kegiatan ini meliputi pengawasan drill (simulasi), uji coba sistem pemadam kebakaran, hingga pengujian kekompakan seluruh awak kapal mulai dari Nahkoda hingga Anak Buah Kapal (ABK) dalam menangani situasi darurat kebakaran di atas kapal.
Marine Inspector KSOP Manado, Yulita Manampiring, S.M., MAP, M.Mar.E, mewakili Kepala KSOP Kelas III Manado Kolonel (Mar) Amrul Adriansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
“Kegiatan yang kami laksanakan pada siang hari ini terkait menindaklanjuti terkait Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP. DJPL 372 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kampanye Pemeriksaan Terkonsentrasi (CIC) terhadap Pemenuhan Persyaratan Kebakaran pada Kapal Penumpang dan pada Kapal Penumpang Ro-Ro yang Berbendera Indonesia,” ujar Yulita Manampiring.
Yulita menambahkan bahwa dalam kegiatan ini pihak KSOP melakukan pengawasan menyeluruh terhadap kesiapan para awak kapal dalam menghadapi kondisi darurat.
“Dalam hal ini kami melaksanakan pengawasan terkait kesiapan daripada ABK dalam pelaksanaan ketika terjadi keadaan darurat di atas kapal, contohnya terjadi kebakaran. Dan apabila kebakaran itu sudah tidak teratasi, bagaimana mereka melaksanakan latihan untuk meninggalkan kapal, dan juga ada pemeriksaan-pemeriksaan terkait perlengkapan kapal dan keselamatan kebakaran,” jelasnya.
Dari hasil pengawasan dan simulasi, Yulita menggarisbawahi pentingnya edukasi dan pembiasaan (fagiliarisasi) berkala dari pihak Nahkoda kepada awak kapal, terutama bagi ABK yang baru bergabung.
“Dari pengawasan kami terhadap drill-drill atau latihan-latihan yang ada di atas kapal, memang pada awalnya masih ada yang masih bingung karena mungkin baru naik. Jadi di sini diperlukan familiarisasi daripada Nahkoda terhadap ABK tersebut untuk mengedukasi supaya dalam pelaksanaan ketika menghadapi keadaan darurat mereka sudah terbiasa. Harapan kami tentunya diharapkan supaya setiap kru atau ABK yang ada di atas kapal familiar terhadap penggunaan alat-alat keselamatan, terlebih dalam hal ini terkonsentrasi di keselamatan pemadam kebakaran,” ungkap Yulita.
Di tempat yang sama, Nahkoda KM Express Cantika Lestari, Admiral Tagulihi, menyambut positif kegiatan pengawasan dan uji coba keselamatan yang dilakukan oleh tim Marine Inspector KSOP Manado.
“Kegiatan untuk drill atau latihan tentang keselamatan ini, kami sangat berterima kasih dan kami sangat mengapresiasi semua petunjuk-petunjuk tentang keselamatan. Terkait kapal ini, kami juga sangat berterima kasih sudah mengetahui tentang bagaimana cara menggunakan alat-alat keselamatan,” kata Admiral Tagulihi.
Admiral memastikan bahwa peralatan keselamatan di kapal yang dipimpinnya dalam kondisi siap dan lengkap untuk melayani para penumpang.
“Untuk alat-alat keselamatan di kapal ini sangat lengkap, tadi kami sudah latihan mulai dari ABK dan Nahkoda semua bagaimana kita memakai atau menggunakan alat tersebut. Ini dilakukan untuk pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
KM Express Cantika Lestari merupakan kapal penumpang percontohan di Manado yang memiliki fasilitas lengkap bersih dan aman dan nyaman. Kapal pelayaran yang melayani rute Manado – Talaud. Kapal ini memiliki kapasitas total hingga 856 penumpang serta dilengkapi dengan 96 kamar tidur, termasuk fasilitas kamar VIP dan VVIP. Kapal ini berlayar rutin dari Manado ke Talaud setiap hari Minggu, Selasa, dan Kamis, serta kembali berlayar dari Talaud menuju Manado pada hari Sabtu.(One/Red)













