banner 846x362

Kepercayaan Publik terhadap Polri Tembus 82,4 Persen, Advokat Corry Sengkey Beri Apresiasi 

MANADO, TR – Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen berdasarkan hasil survei terbaru. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Advokat dan pengacara publik, Corry Sofiani Senkey.

Corry menilai angka tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Meski begitu, ia mengingatkan agar Polri tidak cepat merasa puas dan terus melakukan pembenahan dalam penegakan hukum.

“Perkenalkan nama saya Corry Sofiani Senkey, berprofesi sebagai advokat atau pengacara publik, yang saat ini aktif dalam pendampingan-pendampingan masalah hukum yang juga menangani beberapa kasus kurang lebih di Polda Sulawesi Utara, bahkan sampai di wilayah-wilayah di Polres dan Polsek,” ujar Adv Corry.

Menurut Corry, tingkat kepuasan masyarakat sebesar 82,4 persen merupakan pencapaian yang sangat baik. Ia menyebut angka tersebut sebagai salah satu capaian tertinggi yang menunjukkan kepercayaan publik terhadap Polri terus meningkat.

“Terkait dengan tanggapan saya sebagai pengacara yang bermitra dengan Polri dalam rangka penegakan hukum dan juga bagian dari aktivis, menanggapi tentang 82,4 persen kinerja Polri, sebenarnya itu sangat bagus ya karena itu merupakan rating tertinggi sepanjang sejarah terhadap naiknya kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” jelasnya.

Meski memberikan apresiasi, Corry menegaskan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Polri. Menurutnya, sisa tingkat kepercayaan yang belum mencapai 100 persen harus menjadi motivasi seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan profesionalisme.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya integritas para penyidik dalam menangani perkara agar tetap menjunjung tinggi hukum dan memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh masyarakat.

“Namun, jangan dulu berbangga diri untuk Polri karena masih ada sisa, belum 100 persen, masih ada sisa 18,6 persen. Itu menjadi PR untuk teman-teman Polri, terutama kepada penyidik-penyidik yang menangani kasus yang kemudian harus tetap, tetap berdiri pada, pada hukum itu sendiri dan tidak berpihak pada yang bayar,” tegas Corry.

Corry juga menyampaikan masih banyak masyarakat yang merasa ragu melapor ke polisi karena muncul anggapan bahwa proses pelaporan membutuhkan biaya besar. Menurutnya, stigma tersebut harus dihilangkan agar kepercayaan publik terus meningkat.

Ia berharap Polri semakin membuka ruang pelayanan yang mudah, transparan, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa rasa takut.

“Itu harapan-harapan masyarakat yang datang berkonsultasi kepada saya, di mana mereka takut untuk lapor polisi, ragu-ragu untuk lapor polisi karena katanya kalau lapor polisi harus punya uang banyak. Itu harus ditepis, karena itu adalah hal yang seharusnya tidak benar. Oleh karena itu, ayo ini menjadi PR untuk sisanya agar harapan saya rating Polri ini bisa menjadi 100 persen dengan kinerja yang sangat bagus,” lanjutnya.

Harap Polri Pertahankan Reputasi

Di akhir pernyataannya, Corry berharap Polri mampu mempertahankan capaian positif tersebut dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum. Menurutnya, langkah itu penting untuk menjaga reputasi institusi di tengah masyarakat.

“Jadi untuk prestasi yang saat ini tetap dipertahankan ya, bukan nilai yang rendah 82,4% itu. Dipertahankan dan tetap menjaga reputasi Polri agar tidak kemudian menciptakan isu-isu dan menghentikan hashtag (tagar) lapor polisi yang telah dibangun oleh masyarakat sipil,” pungkasnya. (One/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *