banner 846x362

Sempat Dipolice Line, Perusahaan Tambang Ilegal PT Xinfeng Gemah Semesta Diduga Diam-diam Kembali Beroperasi

BOLMONG, TR – Masyarakat Desa Pusian Barat kini resah karena aktivitas tambang ilegal PT Xinfeng Gemah Semesta diduga kuat kembali beroperasi secara diam-diam. Perusahaan tambang ilegal asal Tiongkok ini kembali merusak wilayah perkebunan Oboy, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara. Padahal, aparat kepolisian telah memasang garis polisi pada akhir tahun lalu untuk menghentikan seluruh kegiatan di lokasi tersebut.

Baca juga:https://teropongrakyat.com/polres-bolmong-tutup-tambang-ilegal-oboy-puluhan-wna-berhasil-kabur-saat-operasi/

Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa aktivitas ini telah berlangsung sejak satu bulan terakhir. Para pekerja diduga sengaja membuka segel penegak hukum demi mengeruk kekayaan alam secara melawan hukum.

“So 1 bulan dorang buka police line dan gale ulang di tambang situ,” ujar salah satu warga.

Kapolres Bolaang Mongondow, AKBP Lido Ratri Antoro, melalui Kasat Reskrim Iptu Hardi Yanto Daeng menjelaskan perkembangan kasus tersebut. Menurutnya, penyidik sedang melakukan evaluasi terhadap penanganan perkara dari pejabat sebelumnya.

https://teropongrakyat.com/kadis-esdm-sulut-tegaskan-pt-xinfeng-gemah-semesta-yang-beroperasi-di-perkebunan-oboy-bolmong-adalah-ilegal/

“Iya, yang PT Xingfeng itu sementara berjalan itu,” ujar Kasat Reskrim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (13/04).

Namun, ia menyatakan bahwa status resmi operasional perusahaan tambang ilegal PT Xinfeng Gemah Semesta masih tertutup. Pihak Satreskrim berencana melaksanakan gelar perkara dalam waktu dekat untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Sejauh ini yang Xing Feng masih ditutup,” kata Kasat. Kita mungkin dalam waktu dekat ini mau gelar. Kita kan terima dari Kasat yang sebelumnya, jadi kita mau anev dulu penanganan yang sebelumnya seperti apa, baru teman mau gelar. Gelar perkembangan kan,” jelasnya.

Lahan Rehabilitasi Kejati Sulut Dirusak Mafia Tambang China

https://teropongrakyat.com/tambang-ilegal-oboy-tinggalkan-luka-parah-kejati-sulut-turun-langsung-tanam-pohon-sebagai-peringatan-keras/

Kondisi ini sangat ironis mengingat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy, telah turun langsung melakukan rehabilitasi lingkungan. Pada Februari 2026, Kejati Sulut memimpin penanaman pohon di Desa Pusian sebagai simbol perlawanan terhadap kejahatan lingkungan. Namun, upaya pemulihan ekosistem tersebut seakan diabaikan begitu saja oleh para mafia tambang China yang tidak bertanggung jawab.

Kehancuran serius kini kembali mengancam hutan dan aliran air di wilayah Dumoga akibat aktivitas tambang tanpa izin tersebut. Jika praktik ini terus berlanjut, masa depan lingkungan Sulawesi Utara berada dalam risiko besar.

Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu bertindak lebih tegas agar simbol perlawanan negara tidak kalah oleh kepentingan perusahaan asing ilegal.(One/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *