Manado, TR – PT Pelindo telah menerapkan aturan sterilisasi kawasan pelabuhan dengan pengawasan ketat dari petugas. Aturan ini mulai diberlakukan sejak 12 Oktober 2026.
Langkah ini diambil agar tidak sembarangan orang bisa masuk ke kawasan pelabuhan demi memberikan pelayanan terbaik serta kenyamanan bagi para penumpang kapal.
Dengan penjagaan ekstra ketat saat ini, hanya penumpang yang memiliki tiket saja yang diizinkan masuk ke kawasan dermaga atau naik ke atas kapal.
Sementara itu, untuk barang titipan yang sebelumnya dapat langsung diantar atau diambil di atas kapal, kini telah disediakan tempat khusus penitipan dan pengambilan barang di kawasan terminal.
Kebijakan tegas dari Pelindo dan KSOP Manado ini mendapat respons positif dari manajemen kapal. Reva Christian Rabuisa Bawotong, selaku Kepala Cabang PT Pelayaran Dharma Indah, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan sterilisasi tersebut.
“Sebagai pengelola agen kapal di Pelabuhan Manado, kami harus mendukung kegiatan sterilisasi yang dilakukan Pelindo,” ujar Reva saat di temui di kawasan terminal Pelabuhan Manado, Kamis (29/10).
Kendati demikian, Reva menilai bahwa masih banyak masyarakat yang baru mengetahui aturan baru ini sehingga perlu sosialisasi yang lebih masif. Ia juga menyoroti pentingnya penambahan fasilitas penunjang di area terminal.
“Tapi mungkin masyarakat kan sekarang baru mengetahui, untuk itu masih banyak yang belum tahu. Ini masih perlu sosialisasi yang perlu ditingkatkan lagi,” tambahnya.
Reva merinci beberapa fasilitas yang perlu ditingkatkan, terutama terkait kenyamanan ruang tunggu dan fasilitas sanitasi.
“Pertama, fasilitas di dalam ruang tunggu ini yang perlu ditingkatkan lagi. Macem pendingin AC. Terutama juga kan kalau penumpang menumpuk di sini, jadi mungkin toilet itu harus diperbanyak lagi dan harus selalu bersih, biar penumpang juga merasa nyaman biar dia tunggu lama di sini kan,” jelas Reva.
Terkait penataan pedagang dan penitipan barang, Reva menjelaskan bahwa pihaknya telah diberikan ultimatum dan peringatan sebelum sterilisasi berjalan. Para pedagang asongan kini hanya dapat berjualan di luar pelabuhan, sementara penyerahan barang titipan kini dipusatkan di tempat khusus yang telah disediakan di depan terminal.
Apresiasi dan Harapan Pengguna Jasa
Kebijakan sterilisasi ini turut diapresiasi oleh pengguna jasa pelabuhan. Salah seorang penumpang, Apriliano Husen, menilai aturan tersebut sangat baik untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan penumpang.
“Sebenarnya nggak masalah sih. Itu justru bagus dan untuk kepentingan untuk ke depan. Cuma menurut kita, bagusnya itu ada sosialisasi atau pemberitahuan di awal lewat media sosial atau apa,” ungkap Apriliano.
Apriliano juga menyoroti kendala penyesuaian waktu operasional, di mana loket tiket kini ditutup lebih awal pukul 17.00 Wita. Hal ini sempat membuat sebagian warga yang terbiasa dengan kebiasaan lama merasa terkendala.
“Biasanya jam 6 torang masih ada tu tiket. Ini jam 5 sudah tutup. Saya sempat kesal karena tidak dapat tiket. Pada prinsipnya mendukung aturan demi ketertiban tersebut,” ungkapnya.
Ia berpesan agar pihak terkait menggencarkan sosialisasi mengingat kebiasaan lama di Pelabuhan Manado sudah menjadi budaya dan membutuhkan proses untuk diubah.
“Karena mau merubah mindset satu Manado itu enggak gampang. Karena ini kan sudah jadi budaya, jadi sangat sulit untuk diubah, jadi perlu proses mungkin,” tandasnya.(One/Red)













