MANADO, TR – Polresta Manado terus mengusut kasus dugaan pengrusakan fasilitas Pemkot dan penganiayaan yang terjadi di Pasar Bersehati, Kota Manado, Sulawesi Utara. Penyidik kini memeriksa sejumlah saksi dan menyiapkan pemanggilan terhadap terduga pelaku yang terekam dalam video.
Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Elwin Kristanto, mengatakan proses penyidikan sementara berjalan. Penyidik lebih dulu menangani laporan terkait dugaan pengrusakan fasilitas di kawasan pasar.
“Untuk laporan yang pertama itu sudah kurang lebih ada 7 hingga 8 orang saksi-saksi yang kami minta keterangan,” ungkap Kompol Elwin Kristanto kepada awak media, Selasa (28/07).
Kompol Elwin menjelaskan, Polresta Manado juga menerima laporan pengrusakan terbaru pada 27 Juli 2026. Penyidik langsung menindaklanjuti laporan tersebut.
Menurutnya, penyidik akan memanggil para saksi dan terduga pelaku yang terlihat dalam video yang sempat beredar di tengah masyarakat.
“Laporan terbaru itu baru dilaporkan pada tanggal 27 Juli 2026. Sudah saya disposisikan dan kami rencanakan untuk memanggil para saksi-saksi ataupun terduga pelaku yang ada di video yang sempat beredar,” jelasnya.
Selain menangani dugaan pengrusakan, Satreskrim Polresta Manado juga memproses laporan dugaan penganiayaan yang terjadi di lokasi yang sama.
Penyidik telah menerima laporan tersebut dan segera menjadwalkan pemeriksaan terhadap para saksi. Langkah itu dilakukan untuk mengungkap secara jelas peristiwa hukum yang terjadi di Pasar Bersehati pasca aksi demo.
Polresta Manado Jaga Kondusivitas Pasar Bersehati
Polresta Manado menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Pasar Bersehati. Polisi juga berupaya menjembatani komunikasi antara Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado dan para pedagang agar persoalan dapat diselesaikan melalui dialog.
Selain itu, Polresta Manado berencana menempatkan personel di kawasan pasar. Langkah tersebut bertujuan agar pedagang dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman.(One/Red)













