banner 846x362

PLN Tahuna Targetkan Pemerataan Listrik di Sangihe, Tiga Wilayah Jadi Fokus pada 2027

Tahuna, TR – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berupaya meningkatkan pemerataan layanan listrik bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Upaya tersebut mencakup peningkatan durasi layanan listrik dari 6 hingga 12 jam menjadi 24 jam. PLN juga berupaya menjaga keandalan jaringan untuk mengurangi durasi pemadaman listrik.

Asisten Manajer Perencanaan UP3 PLN Tahuna, Ibnu Amir, menyampaikan hal itu dalam momentum peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 pada 27 Oktober 2026.

Menurutnya, PLN terus mendukung komitmen pemerintah melalui program strategis nasional untuk memperluas akses energi listrik hingga ke seluruh lapisan masyarakat.

Ibnu Amir menjelaskan, pemerintah menargetkan perluasan akses listrik hingga 2029. Program tersebut juga menyasar wilayah perbatasan dan kepulauan yang belum menikmati layanan listrik secara optimal.

Khusus di Kabupaten Kepulauan Sangihe, PLN berupaya menjangkau wilayah yang belum memiliki akses listrik. PLN juga menargetkan peningkatan layanan bagi masyarakat yang saat ini hanya menikmati listrik selama beberapa jam setiap hari.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan energi listrik, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar.

Dalam perencanaan tahun 2027, PLN Tahuna menetapkan sejumlah wilayah sebagai fokus pengembangan layanan listrik.

Ibnu Amir menyebut tiga wilayah yang menjadi perhatian, yakni Para, Kahakitang, dan Beng Darat.

Pengembangan layanan di wilayah tersebut diharapkan dapat memperluas akses listrik sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

PLN Komitmen Layani Masyarakat Kepulauan Sangihe

PLN terus menjalankan upaya pemerataan layanan energi listrik secara berkesinambungan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Melalui peningkatan jangkauan dan kualitas pelayanan, PLN berharap seluruh masyarakat dapat menikmati listrik secara merata.

Ketersediaan listrik selama 24 jam juga menjadi harapan masyarakat untuk mendukung aktivitas rumah tangga, pendidikan, pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan.(Unk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *