MANADO, TR – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yang unggul, berdaya saing, serta mencetak pemimpin masa depan, Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, membangun fasilitas asrama gratis bagi ratusan mahasiswa asal Yahukimo yang tengah menempuh pendidikan tinggi di Sulawesi Utara.
Sebanyak 300 mahasiswa kini mendapatkan fasilitas asrama dua lantai di Kota Manado dan Tondano, Kabupaten Minahasa. Fasilitas ini menjadi tempat tinggal sekaligus ruang belajar yang nyaman, lengkap dengan 14 kamar dan perlengkapan furniture yang menunjang kenyamanan dan produktivitas belajar para mahasiswa.
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli,. S.H,.M.H,. menyampaikan bahwa pembangunan asrama baru di Tondano dan renovasi total asrama di Manado merupakan bentuk komitmen Pemkab Yahukimo dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya generasi muda Papua Pegunungan.
“Asrama mahasiswa Yahukimo di Tondano kita bangun dua lantai, dan asrama di Manado kita renovasi besar-besaran seperti bangun baru. Waktu saya ke sini tahun 2023, kondisinya memprihatinkan, bahkan untuk menginjaknya pun harus hati-hati karena papan-papannya mau roboh. Maka saya putuskan untuk membangun baru dengan dana otonomi khusus,” ujar Bupati Yahuli usai meresmikan asrama di Manado dan Tondano, Jumat (30/05/2025).
Ia menyebut Sulawesi Utara, khususnya Manado dan Tondano-Minahasa, sebagai kota studi yang telah banyak melahirkan lulusan Papua yang sukses dan kini menjadi pemimpin di berbagai bidang.
Dalam kesempatan peresmian, Bupati Yahuli juga mengimbau seluruh mahasiswa untuk menjaga fasilitas asrama dengan baik sebagai bentuk tanggung jawab bersama demi keberlanjutan pendidikan generasi berikutnya.

“Harapan saya, mahasiswa di sini bisa belajar dengan baik, menjaga kualitas, dan menjadi calon pemimpin masa depan. Asrama ini bukan hanya tempat tinggal, tapi juga tempat ibadah dan tempat menimba ilmu sebaik mungkin,” tambahnya.
Asrama ini telah menjadi aset Pemerintah Daerah Yahukimo dan diharapkan mampu menjadi fasilitas pendukung pendidikan yang layak dan berkualitas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo, Akso Balingga, menambahkan bahwa mahasiswa yang menempati asrama harus memenuhi syarat masa tinggal, yakni maksimal 10 semester.

“Seperti beasiswa, masa tinggal juga ada batasnya. Normalnya 8 semester dan diberikan toleransi hingga semester ke-10. Lebih dari itu tidak diperkenankan tinggal, karena bisa menghambat adik-adik yang baru masuk kuliah,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa di setiap asrama akan ada ketua yang dipilih langsung oleh mahasiswa, mewakili 12 suku di Yahukimo. Pemerintah juga menunjuk pengasuh asrama yang berfungsi sebagai pendamping dan orang tua bagi mahasiswa di perantauan.
“Kami juga mendengar keluhan mereka tentang kebutuhan makan dan minum, terutama di 7 asrama yang ada. Ini akan menjadi prioritas perhatian ke depan,” tambah Kadis Akso Balingga.
Pembangunan asrama ini menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Daerah Yahukimo terhadap pembangunan pendidikan berkualitas, serta keberpihakan terhadap generasi muda sebagai aset masa depan bangsa.(One/Red)













