banner 846x362

Gabungan Ormas Adat Minahasa Gelar Aksi Damai di Polda Sulut, Dukung Pemberantasan Korupsi

MANADO, TR – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Se-Dunia, gabungan organisasi masyarakat adat Minahasa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggelar aksi damai di halaman Polda Sulawesi Utara (Sulut), Senin (09/12/2024).

Aksi ini bertujuan untuk mendukung pemberantasan korupsi yang masih merajalela di wilayah Sulut.

Dalam orasinya, Ishak Tambani, Ketua Ormas Pa’esaan Ne Tua Tua Minaesa mengungkapkan aksi damai ini untuk mendukung Kapolda Sulut dan jajarannya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Ia menegaskan bahwa para pihak kepolisian harus terus berjuang menindak tegas para koruptor yang telah merugikan masyarakat Sulawesi Utara.

Wakapolda Sulut Brigjen Pol Bahagia Dachi bersama Ishak Tambani, Ketua Ormas Pa’esaan Ne Tua Tua Minaesa

“Saya selaku Ketua Ormas Pa’esaan Ne Tua Tua Minaesa yang tergabung dalam gabungan Ormas dan LSM. Kami mendukung tugas para pihak kepolisian untuk memberantas para koruptor-koruptor yang telah menyusahkan masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Ishak Tambani dengan tegas.

Sementara itu, Rolly Wenas, Ketua INAKOR Sulut, juga memberikan pernyataan dalam puncak peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia. Ia menekankan bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa yang tidak hanya menghambat pembangunan, tetapi juga merusak perekonomian bangsa.

“Meski banyak pejabat yang sudah dipenjarakan, apakah korupsi bisa berhenti? Ternyata, sampai sekarang pun masih ditemukan banyak kasus korupsi. Kami mendukung penuh aksi dan keberanian dari Bapak Kapolda Sulut yang dengan profesional dan keberanian tinggi menaikkan intensitas dalam menindak kasus korupsi yang sementara dalam penanganan,” tambah Wenas.

Massa diterima langsung oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Bahagia Dachi.

Wakapolda mengatakan, atas nama Kapolda ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara khususnya masyarakat adat Minahasa yang mendukung pihak kepolisian dalam memberantas kasus korupsi.

“Kalau tadi Ketua bilang Ular Patola, maka Ular Patola itu harus kita potong lehernya. Kami sudah dapat perintah, Bapak Kapolda tidak akan main-main. Bapak ibu percayalah kepada kami, saat ini sudah dua orang yang kita tahan, dan tadi pak Kapolda sampaikan, mungkin sebelum Natal kita akan melakukan kegiatan penahanan berikutnya.” tegas Wakapolda.

Aksi damai ini menjadi simbol komitmen masyarakat Minahasa untuk mendukung upaya kepolisian dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang bersih dari korupsi, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memerangi praktik-praktik korupsi yang merugikan rakyat.

Mereka kemudian melanjutkan aksinya di Kejati Sulawesi Utara dengan tujuan yang sama.(One/red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *