Manado, TR – KSOP Kelas III Manado menyiapkan 17 kapal angkutan mudik lebaran 2026 guna melayani lonjakan penumpang menjelang hari raya idul Fitri 1447 H. Armada mudik idulfitri ini akan melayani rute pelayaran dari Pelabuhan Manado menuju wilayah Kepulauan Nusa Utara, Kepulauan Maluku, hingga Maluku Utara.
Pihak otoritas memastikan bahwa seluruh sarana transportasi laut tersebut telah melewati serangkaian uji kelaikan yang sangat ketat demi keamanan penumpang.
Baca juga:
https://teropongrakyat.com/ksop-manado-mulai-perketat-uji-kelaiklautan-kapal-angkutan-lebaran-2026/
Kepala KSOP Manado, Kolonel Marinir Amrul Adriansyah, S.E., M.H., melalui Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, Capt. Benaya Samri Yostavia, S.H., M.Mar., menyampaikan Pihaknya telah melakukan pemeriksaan fisik atau ramcheck terhadap seluruh kapal yang akan beroperasi selama musim libur panjang lebaran.
Langkah preventif tersebut bertujuan untuk memastikan setiap komponen kapal berfungsi optimal sebelum mengangkut ribuan orang ke kampung halaman.
“Dapatkan kami sampaikan bahwa untuk angkutan lebaran 2026, kami telah melaksanakan ramcheck terhadap kapal-kapal yang akan melayani libur lebaran ini. Jadi dapat kami informasikan bahwasanya ada 22 kapal yang eksisting, akan tetapi ada 5 armada yang sedang melaksanakan docking. Dan kemungkinan 5 armada ini tidak melaksanakan angkutan lebaran pada tahun 2026 ini,” ujar Benaya kepada wartawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/03).
Selain kesiapan fisik kapal angkutan lebaran 2026, KSOP juga menaruh perhatian besar pada kondisi cuaca di perairan Sulawesi Utara. Mengingat potensi badai masih mengintai, pihak pelabuhan terus menjalin komunikasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini sangat krusial karena keselamatan pelayaran sangat bergantung pada pemantauan tinggi gelombang secara berkala.
“Terkait dengan cuaca, kami tentunya tetap berkomunikasi dengan informasi-informasi yang dirilis oleh BMKG sendiri. Memang kami pantau di perairan Talaud sendiri dari tanggal 12, 13, 14, dan 15 itu memang ada gelombang ada sekitar 4 meteran menurut BMKG. Akan tetapi kami tetap berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berangkat dari Pelabuhan Manado ataupun kapal-kapal yang berangkat dari pelabuhan tujuan, misalnya Talaud,” jelasnya.
Pembukaan Posko Terpadu Kapal Penumpang Lebaran
Selanjutnya, pemerintah pusat juga turut memantau kesiapan ini melalui pembukaan posko pemantauan secara nasional. Capt. Benaya mengungkapkan bahwa Menteri Perhubungan akan membuka Posko Lebaran 2026 secara virtual untuk mengawal kelancaran arus mudik. Sinergi antarinstansi telah terbangun sejak jauh hari melalui rapat koordinasi teknis guna mengantisipasi segala kendala di lapangan.
“Jadi untuk posko memang akan dibuka langsung secara virtual oleh Menteri Perhubungan hari ini, tertanggal hari ini 13 Maret sampai dengan 30 Maret 2026. Jadi untuk sinergi, kami sudah melakukan rapat juga, rapat koordinasi terkait posko lebaran 2026 pada hari Selasa lalu,” tandasnya.(One/Red)













