banner 846x362

Pakar Kelautan Matangkan Rencana Investasi Tambak Udang Tongkaina Manado 

MANADO, TR – Para penasihat PUSKONERA dan HNSI menggelar pertemuan strategis untuk membahas rencana investasi tambak udang Tongkaina milik Haji Karim Baco yang terletak di, Kecamatan Bunaken Manado, Kamis, (12/03/2026).

Fokus utama diskusi ini mencakup pengembangan bisnis budidaya udang serta kesiapan lokasi praktik lapangan bagi generasi muda nelayan di Sulawesi Utara.

Pertemuan penting ini melibatkan jajaran ahli dari Universitas Sam Ratulangi guna memastikan aspek teknis dan ekonomi berjalan optimal.

Foto : Para pakar perikanan saat rapat di lokasi tambak Hi Karim Baco, Kamis (12/03/2026).

Pihak Koperasi PUSKONERA Sulawesi Utara bersama DPD HNSI memilih wilayah Tongkaina, Kecamatan Bunaken sebagai pusat kegiatan ekonomi baru.

Lokasi ini akan menjadi titik pusat investasi tambak udang Tongkaina yang mengintegrasikan sektor bisnis dengan pendidikan kelautan. Selain mengejar keuntungan materi, proyek ini juga menyediakan ruang bagi Akademi Perikanan Kelautan dari Biro Pendidikan Anak Nelayan (APKYB).

Saat ini, perencanaan lokasi studi praktik lapangan tersebut telah memasuki tahap finalisasi yang sangat matang. Pengelola ingin memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung pada ekosistem tambak yang profesional dan modern. Oleh karena itu, keterlibatan para akademisi menjadi kunci utama dalam merancang standar operasional prosedur di lapangan nanti.

Keterlibatan Tenaga Ahli dalam Proyek Tambak Manado

Kehadiran sejumlah guru besar dari UNSRAT memperkuat kredibilitas rencana investasi tambak udang Tongkaina ini secara saintifik. Nama-nama besar seperti Prof. Dr. Ir. Carolus P. Paruntu, M.Sc. hingga Prof. Dr. Ir. Inneke Rumengan, M.Sc. turut memberikan masukan mendalam. Mereka membawa beasiswa pengalaman dari berbagai negara seperti Jepang, Denmark, dan Kanada untuk diterapkan di Manado.

Selain para profesor, Dr. (C) Joudie Posumah dan Dr. Erna Ngala juga ikut mengawal pembahasan teknis mengenai manajemen koperasi.

Kerja sama antara praktisi lapangan dan akademisi ini diharapkan mampu menciptakan model bisnis berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Selanjutnya, pihak koperasi akan segera melakukan langkah nyata untuk memulai operasional fisik di lokasi yang telah mereka tentukan.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *