banner 846x362

Tragis! Pekerja Migran Asal Manado Disiksa di Libya, Keluarga Malah Diduga Ditipu Oknum Pengacara

Manado, TeropongRakyat.com – Nasib pilu kembali menimpa keluarga pekerja migran asal Kota Manado. Di tengah upaya memperjuangkan pemulangan Meilany Madalomban (28), korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kekerasan oleh majikan di Tripoli, Libya, keluarga justru diduga menjadi korban penipuan oleh oknum pengacara.

Meilany Madalomban, warga Kelurahan Paal IV, Kecamatan Tikala, Kota Manado, hingga kini masih terkatung-katung di negeri konflik dalam kondisi memprihatinkan. Bukannya mendapat pertolongan hukum, keluarga korban mengaku harus menelan pil pahit lantaran uang pengurusan yang diserahkan kepada pengacara berinisial A alias Acel diduga raib tanpa kejelasan.

Olivia Sangkay, adik kandung Meilany, mengungkapkan bahwa pengacara tersebut awalnya diminta membantu proses pemulangan sang kakak melalui jalur resmi, termasuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

“Kita so nitau mo bagimana. Kaka kirim doi p torang minta tolong cari pengacara. Dia minta sekitar 15 juta,” ujar Olivia kepada wartawan, Jumat (23/1/2026) sore.

Namun, keterbatasan ekonomi membuat keluarga hanya mampu mengumpulkan dana sebesar Rp12 juta yang dikirim langsung oleh Meilany dari Libya. Dari jumlah tersebut, Rp1 juta digunakan untuk biaya transportasi, Rp10 juta diserahkan secara tunai kepada pengacara A di kantornya, sementara Rp1 juta lainnya ditransfer ke rekening asisten pengacara tersebut.

“Kita bakudapa di kantor, dia bilang tunggu satu minggu, katanya kita pe kaka so bisa pulang,” ungkap Olivia.

Janji demi janji disampaikan. Pengacara A disebut berkomitmen akan segera menghubungi KBRI untuk mengurus pemulangan Meilany. Namun harapan itu perlahan berubah menjadi kekecewaan.

“Dia bilang so hubungi KBRI, tapi sampe sekarang tidak ada apa-apa. Nomor kami malah diblokir. Tidak ada bukti sama sekali kalau dia urus kepulangan kita pe kaka,” bebernya dengan nada kecewa.

Kecurigaan keluarga kian menguat setelah mereka secara langsung mengonfirmasi ke pihak KBRI. Hasilnya mengejutkan, tak satu pun dokumen atau surat pengurusan yang disebutkan pengacara A pernah diterima.

“Pihak KBRI bilang tidak pernah ada surat masuk. Pak Luntung dari KBRI juga bilang pengacara itu tidak kirim apa-apa ke sana,” jelas Olivia.

Di tengah tekanan ekonomi dan kondisi Meilany yang disebut semakin memburuk di Libya tanpa uang dan akses pengobatan, keluarga kini berada di titik keputusasaan.

“Torang pe masalah bukan ada ta kurang, malah ta tambah. Kita pe kaka so saki di sana, tidak pegang doi. Keluarga di sini juga hidup pas-pasan,” tuturnya lirih.

Keluarga berharap uang yang telah diserahkan dapat segera dikembalikan agar dapat digunakan untuk upaya penyelamatan lainnya. Lebih dari itu, mereka menggantungkan harapan besar pada kehadiran negara.

“Kami sangat berharap kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, para menteri, dan Gubernur YSK, mohon bantu agar kaka saya bisa dipulangkan ke Manado,” tandas Olivia.

Sementara itu, oknum pengacara A saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (23/01) sore membenarkan telah menerima uang tersebut. Ia mengakui dana itu telah digunakan dalam proses pengurusan, meski mengakui adanya kelalaian.

“Doi itu so tapake dalam pengurusan. Kita so bakudapa deng dorang, kita bilang bersabar. Pasti ada pengembalian karena so ta lalai dalam pengurusan,” ujarnya.(One/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *