banner 846x362

Pemuda Keadilan Manado Gelar Diskusi Publik, Bahas Toleransi dan Penguatan Ekonomi Biru

Manado, TR – Perkumpulan Pemuda Keadilan Cabang Manado menggelar diskusi publik bertema “Refleksi Dua Tahun Asta Cita: Merawat Toleransi, Menguatkan Ekonomi Biru”, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Genio Hotel, Manado, mulai pukul 19.00 WITA hingga selesai.

Diskusi ini menghadirkan ruang dialog bagi mahasiswa dan masyarakat untuk membahas pembangunan nasional. Selain itu, kegiatan tersebut mengangkat pentingnya menjaga toleransi dan mengembangkan potensi ekonomi kelautan.

Panitia menghadirkan dua narasumber dalam diskusi publik tersebut. Keduanya merupakan tokoh dari Sulawesi Utara.

Mereka yakni budayawan Sulawesi Utara Reiner Ointoe dan tokoh politik Sulawesi Utara Kamran Podomi.

Kehadiran kedua narasumber ini diharapkan dapat memperkaya pembahasan. Terutama mengenai perjalanan dua tahun Asta Cita serta tantangan pembangunan di berbagai sektor.

Diskusi publik ini juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memperluas wawasan. Mahasiswa dan masyarakat dapat mengikuti pembahasan mengenai berbagai persoalan pembangunan.

Panitia mengundang ratusan mahasiswa dan masyarakat umum untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Melalui forum ini, Perkumpulan Pemuda Keadilan Cabang Manado membuka ruang diskusi yang konstruktif. Tujuannya mendorong pemikiran kritis serta memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pembangunan.

Ekonomi Biru Jadi Perhatian

Selain toleransi, ekonomi biru menjadi salah satu topik utama dalam diskusi.

Potensi kelautan Sulawesi Utara menjadi bagian penting dalam pembahasan. Pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Diskusi ini sekaligus mengajak generasi muda melihat potensi daerah sebagai kekuatan pembangunan nasional.

Melalui kegiatan tersebut, Perkumpulan Pemuda Keadilan Cabang Manado berharap dialog publik dapat memperkuat semangat toleransi, memperluas wawasan kebangsaan, serta mendorong perhatian terhadap pengembangan ekonomi biru.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *