banner 846x362

Mengutamakan Hati daripada Tilang, Brigadir Samuel Tebarkan Kepedulian Lewat Doa di Operasi Patuh Klabat 2026

Manado, TR – Penegakan hukum di jalan raya tidak selalu harus berujung pada surat tilang. Ada cara lain yang dapat menyentuh hati, membangun kesadaran, sekaligus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya keselamatan saat berkendara.

Hal itulah yang terlihat dalam pelaksanaan Operasi Patuh Klabat 2026 oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Utara, di jalan Sam Ratulangi, Wanea, Manado, Jumat (30/10/2026) pagi. Di tengah kegiatan penertiban, muncul pendekatan berbeda yang dilakukan salah satu personelnya, Evangelist Brigadir Samuel Rivo Rasubala, S.H., M.Th.

Alih-alih langsung memberikan sanksi penilangan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran, Brigadir Samuel memilih menyampaikan nasihat dan mendoakan mereka.

Pendekatan tersebut menghadirkan suasana berbeda dalam kegiatan operasi lalu lintas. Para pengendara yang kedapatan melanggar tidak hanya diingatkan tentang aturan, tetapi juga diajak merenungkan pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian, Brigadir Samuel mengajak para pelanggar untuk berkomitmen tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Doa yang disampaikan menjadi bagian dari pesan moral agar setiap pengendara lebih menghargai keselamatan. Mereka juga didoakan agar senantiasa mendapat perlindungan Tuhan dan selamat sampai di tempat tujuan.

“Kami bertugas melalui kepolisian kiranya Tuhan menjaga, melindungi menyayangi mereka, berkati kemanapun mereka melangkah tuhan, dijauhkan dari segala marabahaya, jauhkan dari segala kecelakaan, kami doa tuhan saat ini mereka bukan hanya berkomitmen kepada kami polisi, tapi mereka juga sudah berkomitmen kepada tuhan, Kiranya tuhan dengar doa dan janji mereka saat ini tuhan, mereka akan melanjutkan perjalanan kiranya Tuhan sertai tiba dengan selamat sampai di tempat tujuan, kami berdoa Tuhan buat mereka apapun yang mereka kerjakan upayakan pasti berhasil, kami tolak gagal dan kami percaya bersama keluarga besar mereka semuanya diberkati oleh Tuhan,” ucapnya dalam doa.

Cara ini membawa pesan bahwa di balik seragam kepolisian, ada kepedulian dan ketulusan untuk melindungi masyarakat sebagaimana slogan Polri “Polisi Bersama Masyarakat”.

“Ampuni hamba jika engkau dapati ada pikiran perbuatan hamba yang salah, hamba mohon ampun ya tuhan, tujuan kami cuman satu agar supay anggota polri bertugas dengan kejujuran, ketulusan dan keikhlasan seperti kami lakukan untuk Tuhan Allah kami, segala kemuliaan hanya bagi nama tuhan yang sudah berdoa sama-sama katakan amin,” tutupnya dalam doa.

Penegakan aturan bukan semata-mata tentang memberikan hukuman, melainkan juga membangun kesadaran agar masyarakat memahami bahwa setiap pelanggaran lalu lintas dapat membawa risiko bagi keselamatan.

Kepedulian Brigadir Samuel juga terlihat ketika menemukan pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm.

Alih-alih hanya memberikan teguran, ia mengambil langkah nyata dengan meminjamkan helm kepada pengendara tersebut.

Setelah mengenakan helm, pengendara kemudian diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Tindakan sederhana itu mengandung pesan yang kuat. Keselamatan tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Helm bukan sekadar perlengkapan untuk menghindari teguran polisi. Lebih dari itu, helm merupakan pelindung kepala yang dapat mengurangi risiko cedera serius ketika terjadi kecelakaan.

Pendekatan yang dilakukan Brigadir Samuel memberikan gambaran bahwa wajah kepolisian dapat hadir melalui berbagai cara. Ketegasan dalam menjaga aturan tetap penting, tetapi sentuhan kemanusiaan juga memiliki tempat dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

Melalui Operasi Patuh Klabat 2026, pesan keselamatan disampaikan bukan hanya melalui penindakan, melainkan juga melalui nasihat, kepedulian, dan ajakan untuk berubah.

Sebab, tujuan utama keselamatan berlalu lintas bukanlah sebanyak mungkin memberikan sanksi kepada pelanggar, tetapi semakin sedikit masyarakat yang melakukan pelanggaran dan semakin banyak orang yang tiba dengan selamat di tempat tujuan.

Dari sebuah doa di tepi jalan hingga helm yang dipinjamkan kepada pengendara, Brigadir Samuel menghadirkan pesan sederhana, polisi tidak hanya bertugas menegakkan aturan, tetapi juga menjaga kehidupan.

Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dan terkadang, sebuah nasihat yang tulus dapat menjadi pengingat yang membekas lebih lama daripada sebuah teguran.(One/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *