Manado, TR – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) SPN Polda Sulut kembali beroperasi setelah beberapa hari lalu sempat terhenti akibat keterlambatan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Irwasda Polda Sulut, Kombes Pol Amin Litarso, menjelaskan secara langsung terkait situasi dan alur operasional di SPPG Karombasan, Polda Sulut.
“Saya berada di SPPG SPN Karombasan Polda Sulawesi Utara. Hari ini kita mengecek di SPPG Karombasan, karena kemarin tanggal 7 itu sempat ada pemberitahuan penghentian sementara untuk operasional SPPG Karombasan, karena ada keterlambatan dropping dana dari BGN,” ujar KBP Amin.
“Namun demikian, setelah dua hari berikutnya, tepatnya hari Kamis, tanggal 9 Oktober sore, itu langsung ditransfer dana dari BGN. Namun demikian, kita tidak bisa langsung operasional, karena memang harus mempersiapkan diri dulu, mempersiapkan bahan-bahan yang harus diolah sehingga praktis baru mulai operasional itu di hari Minggu malam atau Senin dini hari. Baru hari Senin itu bisa langsung disalurkan kepada penerima manfaat,” jelasnya.
Terkait dengan aktivitas pengolahan makanan di dalam gedung SPPG, Kombes Pol Amin Litarso memaparkan tahapan yang ketat guna menjaga kualitas gizi bagi para penerima manfaat.
“Jadi untuk prosesnya mulai pagi ini biasanya menjelang siang nanti ada bahan-bahan itu datang, kemudian ada sortir atau quality control untuk bahan-bahannya. Kemudian setelah itu, baru nanti sore jam 5, jam 6, itu baru mulai dipotong-potong kalau misalkan sayur, ayam, daging dan sebagainya, itu dipersiapkan,” jelasnya lagi.
“Kemudian mulai diolah itu nanti sekitar jam 2 atau jam 3 pagi. Sehingga selang waktu antara pengolahan dengan packing itu tidak terlalu lama. Selesai pengolahan langsung dilakukan packing sekitar jam 5 atau jam 6. Setelah itu langsung didistribusi. Didistribusi pun ada beberapa tahap, ada tahap 1, tahap 2,” paparnya.
Wilayah distribusi jumlah penerima manfaat MBG
Lebih lanjut, ia merinci cakupan wilayah distribusi serta jumlah penerima manfaat dari program pemenuhan gizi tersebut setiap harinya.
“Karena kita melayani ada 19 sekolahan, dari mulai SD, SMP, dan SMA. Dan juga ada 2 kelurahan, karena di situ ada, Posyandu ya, Posyandu yang penerima manfaatnya adalah ibu hamil, kemudian ibu menyusui, dan balita. Jadi jumlahnya untuk penerima manfaat jumlahnya 2.204,” tandasnya.(One/Red)













