Bitung, TR – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menggelar simulasi regional MARPOLEX dan penanggulangan keadaan darurat level I di Integrated Terminal (IT) Bitung, Sabtu (10/10/2026). Latihan ini menguji kesiapan personel menghadapi kecelakaan kapal, kebocoran BBM, kebakaran, hingga ancaman pencemaran laut.
Simulasi tersebut melibatkan TNI-Polri, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bitung, BPBD, KSOP, serta masyarakat sekitar terminal. Seluruh peserta berlatih menangani keadaan darurat yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa dan lingkungan pesisir.
Dalam skenario latihan, kapal tanker MT XXX bertabrakan dengan kapal penumpang di perairan Bitung. Benturan memicu kebocoran minyak di laut dan kebakaran yang merambat hingga fasilitas Jetty 2.
Petugas kemudian menjalankan prosedur penanganan darurat. Tim mengendalikan tumpahan minyak, mengevakuasi warga, dan memberikan pertolongan medis kepada korban.
Pjs. Integrated Terminal Manager Bitung, Yudistira Chandra Barus, mengatakan simulasi tersebut menguji kesiapan tim dalam menghadapi kecelakaan laut dan kebakaran di kawasan terminal.
“Hari ini kami melaksanakan simulasi keadaan darurat di Integrated Terminal Bitung di mana tadi itu skenario nya adalah terjadi tabrakan seperti itu antara kapal tanker kami dengan kapal penumpang. Lalu ada kebakaran dan kebocoran,” ujarnya saat diwawancarai awak media usai simulasi.
Menurut Yudistira, latihan ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk menjaga keselamatan operasional dan lingkungan sekitar terminal.
“Tentunya ini merupakan salah satu wujud dari komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk menjaga keselamatan lingkungan ada di sekitar IT Bitung ini,” jelasnya.
Ia menjelaskan, keterlibatan berbagai instansi dan masyarakat bertujuan meningkatkan kewaspadaan serta mempercepat respons ketika keadaan darurat terjadi.
“Jadi tadi sudah dilibatkan juga stakeholders-stakeholders kami dari TNI-Polri, Damkar, BPBD, KSOP, begitu juga masyarakat sekitar. Ini tujuannya untuk meningkatkan awareness terhadap ke keadaan darurat ini supaya warga di sekitar sini itu lebih aware lagi dan lebih cepat lagi responnya seperti itu,” ungkapnya.
Selain menguji kemampuan personel, Pertamina juga mengevaluasi koordinasi dengan berbagai instansi yang terlibat. Tim menguji komunikasi dan kecepatan respons selama penanganan insiden.
“Lalu kami juga menguji koordinasi kami seperti itu kepada stakeholders-stakeholders yang ada di sekitar IT Bitung ini, termasuk dari yang tadi sudah disebutkan,” jelasnya lagi.
Yudistira menilai pelaksanaan simulasi berjalan lancar. Namun, ia menegaskan bahwa tim tetap memerlukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penanganan keadaan darurat.
“Koordinasinya juga sudah cukup bagus tadi, tidak ditemukan kendala seperti itu. Tapi memang masih ada evaluasi lebih lanjut untuk perbaikan ke depannya,” bebernya.
Ia juga mengapresiasi kecepatan respons personel internal dan instansi eksternal yang memberikan bantuan selama latihan.
“Jadi seperti tadi, response time dari tim kami juga sudah cukup bagus, response time dari stakeholder yang kami minta bantuan itu juga sangat bagus. Jadi memang hari ini berjalan cukup lancar, tapi memang masih ada beberapa hal yang harus evaluasi dan tentunya evaluasi ini untuk perbaikan ke depannya,” ucapnya.
Dalam simulasi tersebut, tim penanggulangan darurat memasang pembatas khusus untuk mengendalikan sebaran minyak di laut. Petugas juga memprioritaskan keselamatan pekerja dan warga yang berada di sekitar terminal.
Tim medis mengevakuasi seorang petugas pemadam kebakaran ke RS Budi Mulya. Sementara itu, petugas mengarahkan warga menuju titik kumpul dan menjauhi area yang berpotensi terpapar asap maupun tumpahan minyak.
Skenario latihan juga mencakup aksi unjuk rasa warga di depan pintu terminal. Tim keamanan berupaya mengendalikan situasi untuk menjaga keselamatan peserta dan keamanan kawasan.
Rangkaian skenario tersebut menguji kemampuan setiap unsur dalam menghadapi kondisi darurat yang berkembang secara bersamaan.
Kabag Ops Polres Bitung, AKP Novri Sadia, mengatakan pihak kepolisian mendukung pengamanan fasilitas Pertamina sebagai objek vital nasional.
“Kami mengacu kepada peraturan Kapolri nomor 13 tahun 2011 tentang sistem pengamanan objek vital nasional. Kami bekerja sama dengan pihak Pertamina Patra Niaga, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Pertamina yang kami dilibatkan dalam penanggulangan kebencanaan, Simulasi keadaan darurat,” ujar Kabag OPS polres Bitung, AKP Novri Sadia
Novri menjelaskan, simulasi ini juga mengukur kemampuan koordinasi lintas instansi ketika menghadapi situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
“Konsep kegiatan ini adalah konsep kemanusiaan sebenarnya. Sejauh mana lintas koordinasi kita dengan pihak terkait dengan Pertamina, apabila kita menghadapi situasi yang kontijensi seperti ini. Sehingga batasan-batasan singkat yang terjadi selama ini kita bisa ukur sejauh mana,” jelasnya.
Ia menegaskan, kepolisian bersama TNI dan instansi terkait akan terus menjaga keamanan fasilitas energi tersebut.
“Kemudian, kami pihak Kepolisian bersama dengan TNI, termasuk juga pihak yang terkait, kami akan tetap mengamankan objek vital nasional, termasuk Pertamina di Bitung,” tegasnya.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bitung, Nimbrot Polontoh, mengatakan pihaknya siap membantu apabila kebakaran di terminal meluas dan membutuhkan dukungan dari petugas eksternal.
“Kalau dari pihak kami eksternal, ketika dari internal IT Terminal Bitung mencoba memadamkan namun eskalasi kebakarannya sudah meluas, maka secara SOP mereka, mereka harus meminta bantuan kepada kami. Dan tugas utama kami adalah menjaga keselamatan Kota Bitung ini, termasuk instalasi vital ini yang merupakan urat nadi kota Bitung,” ujarnya.
Menurut Nimbrot, kemitraan antara Pertamina dan Damkar perlu terus diperkuat. Koordinasi yang baik dapat membantu menekan risiko kerugian dan melindungi masyarakat apabila terjadi kebakaran.
“Jadi saya sebagai pimpinan tentu sangat mengharapkan pola kemitraan ini tetap terbangun untuk lebih menjaga dan meminimalisir kerugian yang besar akibat terjadinya kebakaran, dan lain-lain,” tandasnya.
Pertamina pastikan distribusi BBM tetap normal
Pertamina juga memperhitungkan potensi dampak keadaan darurat terhadap kelancaran distribusi BBM di Sulawesi Utara. Dalam skenario mitigasi, perusahaan menyiapkan kemungkinan pengalihan titik distribusi cadangan apabila fasilitas utama mengalami gangguan.
Langkah tersebut bertujuan menjaga ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat apabila terjadi insiden yang memengaruhi operasional terminal.
Pertamina menegaskan bahwa simulasi ini merupakan latihan kesiapsiagaan, bukan tanda adanya gangguan pasokan BBM. Distribusi BBM di wilayah Sulawesi Utara tetap berjalan normal.
Melalui simulasi regional MARPOLEX dan penanggulangan keadaan darurat level I ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus menguji kesiapan personel, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan pesisir.(One/Red)













