banner 846x362

Inspektorat Sangihe Siap Berbenah di 100 Hari Kerja Kepemimpinan Baru

Tahuna, TR – Inspektorat Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai melakukan pembenahan internal serta memperkuat sistem pengawasan pada 100 hari pertama kepemimpinan baru. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan terarah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kepala Inspektorat Sangihe, Willy Tucunan, saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya mengatakan pihaknya mulai menginventarisasi seluruh data pengawasan dari masing-masing Inspektur Pembantu atau Irban. Data tersebut mencakup wilayah kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan hingga kampung.

Baca juga: 80 Persen Calon Kades di Sangihe Terganjal Dokumen Bebas TGR dari Inspektorat

Tucunan menjelaskan arah pembangunan pengawasan ke depan harus selaras dengan visi dan misi pemerintahan Bupati Michael Thungari. Menurutnya, pengawasan harus mengelaborasi filosofi Matilang, Mateleng, Mateling dan Tumatengkang dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jadi kerja kita kedepan harus selaras dengan visi misi daerah : Matilang, Jernih dan tenang atas informasi digital yang cepat perkemabangannya, Mateleng, Peka dan suka mendengar informasi yang di terima, Mateling, Taat sesuai dengsn peraturan perundang undangan yan berlaku, dan Tumatengkang, Mawantuge, Saling menghormati antar tua dan muda, antar auditor dan objek yg di periksa,” ujar Tucunan.

Ia menegaskan Inspektorat kini tidak lagi hanya berperan sebagai lembaga pengawas yang mencari kesalahan. Menurutnya, Inspektorat juga harus menjadi lembaga pemberi jaminan sekaligus membuka ruang konsultasi bagi perangkat daerah dalam menjalankan pemerintahan.

Inspektorat Fokus Pendampingan dan Konsultasi

Tucunan mengatakan perubahan paradigma kerja menjadi langkah penting agar seluruh perangkat daerah dapat menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku. Dengan pola tersebut, Inspektorat dapat memberi pendampingan sekaligus memastikan tata kelola pemerintahan berjalan efektif dan transparan.

“Paradigma Inspektorat harus berubah. Kita bukan hanya mencari kesalahan, tetapi juga memberikan pendampingan dan ruang konsultasi agar pelaksanaan pemerintahan berjalan baik dan sesuai aturan,” katanya.

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Tucunan mengaku tengah memetakan seluruh wilayah pengawasan. Pemetaan itu bertujuan agar arah kerja serta output pengawasan menjadi lebih jelas, terukur dan mampu mendukung program pembangunan daerah di Kabupaten Kepulauan Sangihe.(Unk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *