banner 846x362

Bandara Sam Ratulangi Manado Gelar Simulasi Kecelakaan Pesawat dan Ancaman Bom dalam Airport Emergency Exercise 2026

MANADO, TR – Bandara Sam Ratulangi Manado menggelar Penyelenggaraan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) atau Airport Emergency Exercise (AEE), Kamis 21 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Synergy for Capability Development, Collaboration for Stronger Emergency Readiness.”

Latihan ini menjadi upaya memperkuat kesiapan personel bandara dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di kawasan bandar udara. Kegiatan berlangsung dengan melibatkan 508 personel internal dan eksternal.

Rangkaian latihan dimulai dengan Airport Security Exercise atau Avsec Exercise. Dalam simulasi tersebut, petugas menghadapi aksi demonstrasi massa di area kargo bandara.

Situasi semakin menegang setelah petugas menemukan indikasi barang mencurigakan dan ancaman bom di lobi kargo. Tim langsung melakukan evakuasi dan sterilisasi area sesuai prosedur keamanan bandar udara.

Penanganan simulasi melibatkan Tim Jihandak Brimob Polda Sulawesi Utara, TNI AU, serta sejumlah stakeholder terkait. Seluruh unsur bergerak cepat untuk mengendalikan situasi dan mengamankan area bandara.

Sebelum pelaksanaan simulasi utama, panitia lebih dahulu menggelar table top exercise sehari sebelumnya guna mematangkan seluruh rangkaian latihan.

Latihan kemudian berlanjut dengan Disaster Exercise berupa simulasi gempa bumi di area bandara. Dalam skenario tersebut, gempa menyebabkan korsleting listrik hingga memicu kebakaran kecil di ruang tunggu penumpang.

Petugas gabungan langsung melakukan pemadaman api dan mengevakuasi penumpang menuju lokasi aman. Tim kesehatan bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) juga menangani korban dalam simulasi tersebut.

Kegiatan ini menguji kecepatan koordinasi antarinstansi saat menghadapi kondisi darurat di lingkungan bandara.

Puncak latihan berlangsung melalui simulasi kecelakaan pesawat atau Aircraft Accident Exercise. Dalam skenario itu, pesawat Julang Airlines nomor penerbangan PK JIA dengan armada Boeing 737-800 mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Pesawat melayani rute Jakarta menuju Manado dengan membawa 75 person on board yang terdiri dari 69 penumpang dan 6 awak pesawat.

Cuaca mendung dan angin samping berkekuatan 12 hingga 15 knot menjadi penyebab utama gangguan pendaratan dalam simulasi tersebut. Saat proses approach dan landing, pesawat mengalami failed landing akibat terpaan crosswind ekstrem dari arah kanan.

Kondisi itu membuat pilot kehilangan kendali arah hingga pesawat mengalami ground loop dan berhenti di dekat jalur inspeksi bandara.

Akibat benturan, mesin nomor dua di sisi kanan terbakar. Selain itu, roda depan pesawat patah dan terjadi kebocoran bahan bakar pada sayap kanan.

Petugas gabungan langsung menjalankan proses penyelamatan, pemadaman kebakaran, evakuasi korban, hingga penanganan pascakejadian sesuai prosedur Airport Emergency Plan Document dan Airport Security Programme Document.

Uji Penanganan Keluarga Korban dan Media

Latihan AEE tidak hanya menguji penanganan saat kejadian darurat. Panitia juga menggelar simulasi greeters and meeters bagi keluarga korban.

Selain itu, petugas menjalankan media handling exercise untuk memastikan penyampaian informasi kepada publik berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

CEO Region V Angkasa Pura Indonesia, Handy Heryuditiawan, menegaskan pentingnya latihan tersebut dalam memperkuat kesiapsiagaan di lingkungan bandar udara.

“Sebagai pengelola bandara, kami harus selalu siap dalam setiap kondisi demi memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa bandara. Untuk itu, kami perlu mempersiapkan solusi untuk menghadapi berbagai macam permasalahan serta risiko yang dapat berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan para pengguna jasa. Salah satu solusinya yaitu melalui pelaksanaan latihan ini sebagai wujud sinergi yang kuat antara Angkasa Pura Indonesia dengan para pemangku kepentingan dalam menanggulangi keadaan darurat,” ujarnya.

Handy juga mengapresiasi seluruh stakeholder yang ikut mendukung dan menyukseskan pelaksanaan latihan tersebut.

Sementara itu, General Manager InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, memastikan operasional bandara tetap berjalan normal selama latihan berlangsung.

“Kami memastikan bahwa kegiatan operasional Bandara Sam Ratulangi Manado tidak terganggu selama jalannya latihan karena kami telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder bandara. Kami berharap dengan adanya latihan ini, kami dapat memantapkan alur koordinasi antar stakeholder bandara dan dapat menguji prosedur, kesiapan peralatan, serta personel terkait penanganan kondisi darurat,” ujarnya.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *