TAHUNA, TR – Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan mengganti Ferdy Sondakh dari jabatan Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe memicu gejolak di internal partai.
Pergantian pucuk pimpinan DPRD itu langsung menuai kekecewaan dari kader dan pendukung militan partai berlambang moncong putih di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sejumlah kader menilai keputusan tersebut berpotensi melemahkan soliditas partai di tingkat akar rumput. Mereka bahkan menyebut langkah itu membuka pesimisme terhadap masa depan PDI-P di daerah.
“Kami pendukung dari lubuk hati yang dalam sangat menyayangkan keputusan DPP maupun DPD PDI-P, Tanpa ada kesalahan fatal, menggantikan pucuk pimpinan lembaga rakyat DPRD Sangihe ke kader lain yang notabene baru seumur jagung,” ujar sejumlah kader militan kepada media ini.
Kekecewaan kader semakin meluas setelah muncul dugaan adanya upaya membatasi ruang politik Ferdy Sondakh di internal partai.
Menurut mereka, Sondakh selama ini dikenal membangun karier politik dari bawah dan bukan lahir dari jalur kekuasaan.
“Apakah yang diutus oleh DPP dan DPD berasal dari karpet merah? Atau ada maksud sengaja “membungkam” karier Sondakh di kancah politik?” tanya mereka penuh nada kekecewaan.
Situasi tersebut memicu spekulasi di tubuh partai. Sejumlah kader mulai mempertanyakan arah kebijakan partai dalam menentukan figur pimpinan DPRD Sangihe.
Kader militan juga menilai keputusan pergantian Ketua DPRD Sangihe dapat berdampak serius terhadap kekuatan politik PDI-P di daerah.
Mereka mengaku kecewa karena aspirasi akar rumput dinilai tidak mendapat perhatian dari pimpinan partai.
Akibat kondisi itu, sejumlah kader mengancam tidak akan aktif menggerakkan mesin partai pada agenda politik mendatang.
Situasi tersebut semakin menjadi sorotan karena PDI-P sebelumnya mengalami dua kali kekalahan beruntun pada Pilkada Sangihe. Kader menilai kondisi itu seharusnya menjadi bahan evaluasi besar bagi partai, bukan justru memunculkan keputusan yang dianggap memecah internal.
“Ini bukan perkara suka atau tidak suka, namun figur yang dipilih oleh partai tidak seperti yang diharapkan,” tukas mereka, menegaskan prediksi suram masa depan partai jika aspirasi akar rumput terus diabaikan.
DRT Kantongi SK DPP PDI Perjuangan
Sementara itu, Denny Roy Tampi (DRT) yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Sangihe telah menerima Surat Keputusan resmi dari DPP PDI Perjuangan.
SK tersebut bernomor 993/IN/DPP/V/2026 tentang Pengesahan dan Penetapan Pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Keputusan itu sekaligus mengukuhkan DRT sebagai figur yang dipilih partai untuk memimpin DPRD Sangihe menggantikan Ferdy Sondakh.(Unk)













