banner 846x362

Bupati Sangihe Michael Thungari Temui BNPB Pusat demi Bantuan Korban Bencana

Tahuna, TR – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus memperjuangkan nasib warga terdampak bencana alam. Bupati Sangihe Michael Thungari memimpin langsung aksi jemput bola ke Jakarta. Langkah cepat ini bertujuan mempercepat pemulihan daerah pascabencana.

Bupati Michael Thungari membawa rombongan jajaran eksekutif dan legislatif Sangihe. Mereka menyambangi Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada Selasa. Rombongan pemerintah daerah ingin memastikan bantuan pusat segera turun.

Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah menyambut langsung kedatangan rombongan tersebut. Pertemuan berlangsung hangat di kantor BNPB pusat. Kedua pihak membahas langkah strategis penanganan pascabencana Sangihe.

Bupati Michael Thungari menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah pusat selama ini. Pusat terus membantu daerah dalam menghadapi masalah kebencanaan. Sinergi ini sangat membantu masyarakat di wilayah kepulauan.

“Tentunya kita harus menyampaikan terima kasih atas dukungan BNPB selama ini, Sangihe menerima bantuan hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) untuk bencana Tahun 2024, kami juga melaporkan bahwa seluruh pekerjaan fisik telah rampung 100 persen,” ujar Bupati.

Tantangan Baru dan Kebutuhan Bantuan Perumahan

Meski proyek lama sudah rampung, Sangihe kini menghadapi tantangan bencana baru. Rentetan gempa bumi serta bencana hidrometeorologi masih mengancam wilayah tersebut. Pemerintah daerah harus segera menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor.

“Tantangan baru kini dihadapi oleh wilayah kepulauan Sangihe kita memperjuangkan penanganan pasca bencana terutama bagi masyarakat yang kehilangan rumah tempat tinggal, rumah rusak serta infrastruktur vital,” jelasnya.

Bupati menyerahkan langsung proposal usulan bantuan baru kepada BNPB. Proposal tersebut mencakup perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 SR. Bantuan ini juga menyasar infrastruktur vital daerah yang rusak.

Keterbatasan APBD menjadi alasan utama Pemkab Sangihe meminta bantuan pusat. Pemerintah daerah tidak sanggup menanggung seluruh biaya pemulihan secara mandiri. Dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat krusial saat ini.(Unk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *