banner 846x362

Tradisi Ba Soma di Pulau Morotai, Cara Warga Muhajirin Rayakan Lebaran dengan Kebersamaan

MOROTAI, TR – Tradisi “ba Soma” terus hidup dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, setiap momen Hari Raya Lebaran.

Warga memanfaatkan libur Lebaran dengan berkumpul di pantai untuk menangkap ikan menggunakan cara tradisional yang sarat nilai kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.

Metode penangkapan ikan yang digunakan tergolong unik. Soma atau jaring dibentangkan dari satu sudut ke sudut lain untuk menghalangi ikan keluar saat air pasang. Warga kemudian menunggu hingga air laut surut mencapai mata kaki.

Saat air mulai surut, suasana pantai berubah ramai. Ikan-ikan yang bersembunyi di antara batu karang dan rumput laut langsung diburu menggunakan tutusa, tombak tradisional yang dirakit dengan tiga mata besi dan pengait agar ikan tidak mudah lepas.

Tradisi Turun-Temurun yang Sarat Kebersamaan

Hasil tangkapan ikan biasanya langsung diolah di tepi pantai. Warga membakar atau menggoreng ikan segar, lalu menyantapnya bersama dengan sambal dabu-dabu lemon dan pisang goreng. Momen makan bersama ini menjadi simbol kuat kebersamaan warga Muhajirin. Sebagian hasil tangkapan juga dibawa pulang.

Salah satu warga, Ramli Aswan, menegaskan bahwa tradisi ini selalu dilakukan setiap libur Lebaran.

“Tradisi ini sudah turun temurun. Kami beramai-ramai pergi ke pantai untuk menangkap ikan,” ujarnya.

Ramli juga mengungkapkan bahwa metode penangkapan ikan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

“Dulu belum pake Soma, jadi pakai tali dibentangkan dari ujung ke ujung dan di goyang-goyang agar ikan takut keluar. Sampai air surut. Ikan-ikan yang berada dalam kubangan air langsung ditombak menggunakan tutusa tombak tradisional buatan kami sendiri,” jelas Ramli.

Ia menambahkan, kebersamaan menjadi nilai utama dalam tradisi ini.

“Momen yang paling berharga adalah kebersamaan kita, bagaimana kita membangun bersilaturahmi dengan cara yang sederhana,” tandasnya.

Tradisi ba Soma tidak sekadar aktivitas menangkap ikan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi.(One/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *