banner 846x362

Profil Ayatullah Ali Khamenei: Jejak Panjang Sang Pemimpin Tertinggi Iran

TEHERAN, TR – Dunia internasional kini menyoroti profil Ayatullah Ali Khamenei setelah sang Pemimpin Tertinggi Iran tersebut dinyatakan syahid pada Sabtu, 28 Februari 2026. Sosok yang menjadi pilar utama Republik Islam Iran ini mengembuskan napas terakhir akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menyasar wilayah Teheran. Kepergian sang Tokoh Ulama Syiah berpengaruh ini menandai berakhirnya era kepemimpinan yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade sejak tahun 1989.

Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di kota suci Mashhad dari keluarga ulama yang sangat taat. Beliau menempuh jalur pendidikan agama sejak usia dini melalui sekolah maktab sebelum melanjutkan ke seminari teologi terkemuka. Selanjutnya, ia memperdalam ilmu Islam di Mashhad, Qom, dan Najaf untuk mengasah kemampuannya sebagai ahli hukum Islam.

Peran Politik Sang Pemimpin Tertinggi Iran

Khamenei mulai terjun ke dunia aktivisme politik pada awal 1960-an dengan bergabung dalam gerakan Ayatullah Khomeini. Akibat perlawanan kerasnya terhadap rezim Shah, dinas intelijen SAVAK menangkap dan memenjarakannya berkali-kali. Namun, dedikasi tersebut membawanya menjadi anggota Dewan Revolusi Islam setelah revolusi 1979 berhasil menggulingkan monarki.

Karier politiknya terus menanjak hingga ia menjabat sebagai Presiden Iran selama dua periode dari tahun 1981 hingga 1989. Selama masa jabatannya, ia memimpin negara melewati masa sulit perang Iran-Irak yang sangat melelahkan. Setelah wafatnya Khomeini, Majelis Ahli kemudian memilihnya sebagai penguasa tertinggi yang memegang kendali penuh atas militer dan politik.

Selama memimpin, Khamenei sangat konsisten menjaga sikap anti-Barat dan memperkuat konsep Velayat-e Faqih. Namun, serangan udara mendadak pada akhir Februari 2026 menghentikan langkah politik kepala negara terlama di Timur Tengah ini. Pemerintah Iran kini menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk menghormati jasa dan perjuangan sang pemimpin.

Wafatnya Ali Khamenei meninggalkan ketidakpastian besar bagi masa depan kekuasaan di kawasan Timur Tengah. Masyarakat dunia kini menunggu langkah selanjutnya dari Teheran dalam menentukan pengganti posisi krusial tersebut.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *