banner 846x362

Gatot Nurmantyo Sebut Jokowi Biang Kerusakan Bangsa, Desak Segera Diadili !

Jakarta, TeropongRakyat.com – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, melontarkan kritik keras terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia menyebut Jokowi sebagai “biang kerusakan bangsa” yang dampaknya kini dirasakan hingga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu disampaikan Gatot dalam sebuah diskusi KAMI yang ditayangkan di kanal YouTube Refly Harun, Sabtu (6/9/2025). Menurutnya, kerusakan yang ditinggalkan rezim sebelumnya terakumulasi dalam gelombang aksi demonstrasi yang merebak pada akhir Agustus lalu.

“Ini semua kontradiksi antara kehidupan masyarakat yang makin sulit dengan gaya hidup elite politik yang pamer kemewahan. Tapi pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Jokowi yang bisa merusak negeri ini sangat luar biasa,” ujar mantan Panglima TNI itu.

Gatot menilai beban pemerintahan Prabowo Subianto saat ini sangat berat karena harus menanggung warisan persoalan dari era Jokowi.

“Yang dibebankan kepada Presiden Prabowo sangat berat, dirusak sedemikian rupa. Dia belum genap satu tahun memimpin, tapi sudah didemo,” tambahnya.

Lebih jauh, Gatot mendorong agar Jokowi segera diadili demi kepastian hukum dan keadilan publik.

“Adili Jokowi itu bukan berarti kita negatif kepada beliau. Justru untuk kepastian hukum, agar jelas. Kalau tidak salah, bersihkan namanya. Kalau salah, ya diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Selain itu, Gatot juga mendesak Presiden Prabowo membersihkan kabinetnya dari unsur-unsur yang dianggap sebagai “sisa kekuasaan lama” yang berpotensi menimbulkan kekacauan. Menurutnya, kehadiran kelompok loyalis Jokowi di dalam pemerintahan justru akan menjadi beban politik bagi Presiden.

Pernyataan Gatot ini menambah panas dinamika politik nasional pasca aksi-aksi demonstrasi yang mengguncang sejumlah daerah. Kritik keras terhadap warisan pemerintahan Jokowi dinilai akan terus mewarnai perjalanan pemerintahan Prabowo di tahun pertama kepemimpinannya.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *