MANADO, TR – Keluarga besar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Utara mengadakan nonton bareng film layar lebar Sayap-Sayap Patah 2 di Studio IV, XXI, Mantos Satu, Minggu (18/05/2025) sore.
Film ini mengangkat kisah perjuangan dan risiko besar yang dihadapi oleh anggota kepolisian dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam menghadapi ancaman terorisme.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut, Kombes Pol Fx Winardi Prabowo, usai kegiatan nonton bareng, menyampaikan bahwa film tersebut menggambarkan secara realistis beratnya tugas seorang polisi.
“Kita sudah sama-sama menyaksikan film Sayap-Sayap Patah 2, yang menggambarkan bagaimana tugas polisi memiliki risiko yang berat,” ujar Kombes Winardi kepada wartawan.
Lebih lanjut, Kombes Winardi menekankan bahwa ancaman terhadap polisi tidak hanya menyasar individu maupun institusi, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan keluarga.
“Selain beratnya tugas, tantangan yang dihadapi polisi juga bisa berdampak langsung pada keluarga. Ancaman tidak hanya terhadap diri sendiri sebagai anggota Polri, tapi juga terhadap orang-orang terdekat,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh anggota kepolisian untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap segala bentuk ancaman, khususnya terorisme.
“Kita harus terus berdoa dan tetap waspada dalam menghadapi setiap ancaman, terutama dari aksi terorisme,” katanya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Kombes Winardi menyampaikan rasa syukurnya karena hingga kini institusi kepolisian tetap solid dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat.
“Kita patut bersyukur karena hingga saat ini, kepolisian tetap solid dalam menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat,” tambahnya.
Ia pun menegaskan bahwa Polri akan terus berkomitmen dalam menghadapi segala bentuk ancaman terhadap keamanan negara dan masyarakat.
“Kita berharap, apapun bentuk ancamannya, baik dari terorisme maupun lainnya, Polri tetap mampu menghadapinya dengan sigap,” tegas Kombes Winardi.(One/Red)













