banner 846x362

​Kinerja Perumda Air Minum Ake U Banua Dikeluhkan Warga Tapuang Akibat Krisis Air Bersih

TAHUNA, TR – Warga Kelurahan Tapuang, Kecamatan Tahuna Timur, memprotes keras pelayanan distribusi air bersih. Pasalnya, pasokan air bersih mendadak terhenti total selama nyaris sepekan terakhir.

​Masyarakat setempat menilai manajemen Perumda Air Minum Ake U Banua bergerak sangat lambat. Mereka menyayangkan ketiadaan langkah cepat penanganan saat air mati berhari-hari.

​Air bersih merupakan kebutuhan mendasar harian seluruh keluarga di Kelurahan Tapuang. Penghentian pasokan air ini langsung melumpuhkan berbagai aktivitas rutin warga sehari-hari.

​Seorang warga Tapuang menyampaikan langsung keluhannya kepada awak media terkait krisis air yang terjadi di wilayahnya.

​”Sudah lima hari terakhir, layanan distribusi air dari Perumda Air Minum Ake’u tidak jalan sama sekali dan kami sangat kesulitan sebab air merupakan kebutuhan dasar,” ucap warga Tapuang kepada wartawan.

​Selain mengeluhkan penghentian pasokan air, masyarakat juga menyoroti masalah penyesuaian tarif. Kenaikan harga rekening air terasa sangat memberatkan di tengah pelayanan yang buruk.

​Sejumlah warga merasa beban biaya bulanan melambung tinggi tanpa diimbangi kualitas distribusi air yang memadai.

​”Torang (Kita) bayar rekening air tinggi sekali padahal Aer nyanda (tidak) Amper satu minggu,” keluh sejumlah warga yang meminta manajemen Perumda Air Minum Ake U Banua dievaluasi Pemerintah Daerah atau Aparat Penegak Hukum (APH).

​Masyarakat meminta Pemerintah Daerah turun tangan mengevaluasi total jajaran manajemen PDAM. Langkah tegas ini penting untuk menjamin perbaikan mutu pelayanan publik ke depan.

​Selain itu, warga mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan pemeriksaan intensif. APH perlu mendalami dugaan penyalahgunaan dana pelanggan pasca kenaikan tarif resmi.

Direktur Perumda Akui Kendala Teknis Lapangan

​Direktur Perumda Air Minum Ake’u Banua, Teguh Prahara Salainti, merespons langsung jeritan dan tuntutan para pelanggan tersebut. Ia membenarkan munculnya gangguan teknis pada jaringan pipa utama.

​Teguh mengklaim bahwa manajemen telah menerjunkan tim teknis menuju lokasi untuk menangani masalah distribusi.

​“Kami sudah menerima keluhan tersebut dan langsung menyampaikannya kepada petugas lapangan. Memang saat ini distribusi air di Kelurahan Tapuang mengalami gangguan berat,” kata Teguh.

​Namun, Teguh mengakui petugas lapangan masih menghadapi hambatan dalam mengidentifikasi titik kerusakan. Jalur jaringan pipa yang sangat luas menyulitkan proses pencarian lokasi kebocoran.

​“Berdasarkan laporan yang saya terima hingga tadi malam, petugas masih terus melakukan penelusuran di sepanjang jalur. Kami masih mencari penyebab pastinya, apakah ada pipa utama yang bocor atau terjadi penyumbatan di dalam tanah,” akunya.

​Proses pelacakan membutuhkan waktu lama karena petugas wajib memeriksa seluruh sambungan pipa secara manual. Meski demikian, Teguh berjanji mempercepat penanganan teknis demi memulihkan hak air bersih masyarakat.(Unk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *