banner 846x362

Warisan Kartini Transisi Energi: Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Energi Hijau

JAKARTA, TR – Semangat perjuangan Warisan Kartini Transisi Energi kini terus hidup melalui aksi nyata enam peneliti perempuan hebat di Universitas Pertamina. Para srikandi ini secara konsisten mengawal semangat Kartini energi terbarukan untuk menjawab tantangan krisis iklim demi kemandirian bangsa Indonesia.

Peringatan Hari Kartini pada April 2026 menjadi momentum penting bagi para akademisi perempuan untuk menunjukkan taringnya. Sejalan dengan laporan internasional, peran perempuan di sektor energi hijau dunia kini telah mencapai angka 32 persen.

Dr. Dumex Sutra Pasaribu memulai langkah ini dengan memetakan struktur bawah permukaan bumi untuk penyimpanan karbon. Beliau menegaskan bahwa pemahaman stabilitas bumi sangat penting guna menjamin keamanan teknologi masa depan yang berkelanjutan.

Dokumentasi: Pada baris atas dari kiri ke kanan yaitu Dr. Dumex Sutra Pasaribu, Dr. Nonni Soraya Sambudi, dan Dr. Nila T. Berghuis, S.Si., M.Si., sedangkan pada baris bawah dari kiri ke kanan adalah Assoc. Prof. Dr. Eng. Ir. Mega Mutiara Sari, S.T., M.Si., CSDS., CSRS., Dr. Ir. Farah Mulyasari, S.T., M.Sc., dan Eka Puspitawati, Ph.D.

Selanjutnya, Dr. Nonni Soraya Sambudi yang masuk dalam jajaran ilmuwan berpengaruh dunia fokus pada pengembangan nanomaterial. Ia menciptakan sistem ekonomi sirkular agar limbah industri dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat tinggi.

Upaya menjaga bumi juga datang dari Dr. Nila T. Berghuis yang meneliti regenerasi baterai kendaraan listrik. Ia memastikan bahwa adopsi teknologi hijau tidak meninggalkan beban limbah bagi generasi mendatang melalui proses daur ulang.
Sementara itu, Dr. Mega Mutiara Sari fokus pada pengolahan limbah menjadi energi terbarukan yang sangat efisien. Langkah ini bertujuan memutus rantai polusi secara total sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat luas.

Dr. Farah Mulyasari mengambil peran penting dalam menjembatani narasi sains agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum. Menurutnya, dukungan sosial merupakan kunci utama agar transisi energi bisa menjadi gerakan budaya yang nyata dan luas.

Pada sisi ekonomi, Dr. Eka Puspitawati memastikan bahwa kebijakan energi baru tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil. Ia memantau pasar nikel dan biodiesel agar harga energi tetap terjangkau tanpa memicu inflasi yang tinggi.

Komitmen Universitas Pertamina untuk Bangsa

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Djoko Triyono, menyatakan rasa bangganya terhadap kontribusi besar para peneliti perempuan ini. Beliau menilai kolaborasi lintas disiplin tersebut adalah wujud nyata dari implementasi nilai inklusivitas di kampus.

Kehadiran para tokoh ini membuktikan bahwa Warisan Kartini Transisi Energi telah mewujud dalam inovasi teknologi yang konkret. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga sedang merancang cetak biru kedaulatan energi nasional Indonesia di masa depan.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *