MANADO, TR – Kejaksaan Agung baru saja menangkap Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Lodewyk Pusung. Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Manado langsung meminta jaksa untuk bergerak cepat. Mereka mendesak tim penyidik segera memeriksa semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Sulawesi Utara.
Aktivis mahasiswa menduga ada kaitan erat antara proyek di daerah dengan kasus korupsi Lodewyk Pusung. Melalui langkah ini, mahasiswa ingin memastikan tidak ada penyimpangan anggaran gizi di tingkat lokal.
Selain itu, mereka berharap skandal suap Wakil Kepala BGN ini bisa terbongkar sampai ke akar-akarnya.
Kabid Hukum dan HAM HMI Cabang Manado melihat adanya potensi kecurangan di daerah. Sebab, Lodewyk Pusung memiliki kedekatan politik yang kuat di Sulawesi Utara. Akibatnya, hubungan tersebut rawan menjadi alat untuk memuluskan proyek sepihak.
HMI Manado mencium adanya praktik lancung dalam verifikasi mitra kerja di daerah. Oleh sebab itu, mereka meminta Kejaksaan Agung tidak tinggal diam. Pihak kejaksaan harus memeriksa semua oknum yang menjadi kaki tangan sang jenderal.
“Penangkapan Lodewyk Pusung ini bukan sekadar kasus korupsi biasa, ini adalah puncak gunung es. Kami menduga kuat ada gurita relasi dari kasus verifikasi mitra BGN yang gurih dan sengaja ditancapkan di Sulut melalui proyek-proyek SPPG. Kejagung jangan naif, periksa semua yang diduga terindikasi kaki tangan dan kroni Pusung di daerah ini, sebab berdasarkan dengan penetapan tersangka pusung, ybs diduga menyalahgunakan kewenangan dalam proses verifikasi calon mitra BGN, maka tidak menutup kemungkinan praktik tersebut terjadi di Sulawesi Utara!” cetus Kabid Hukum dan HAM HMI Manado, Kamis (4/6).
Kemudian, mahasiswa juga menuntut adanya transparansi anggaran secara menyeluruh. Kejagung bersama PPATK harus melacak aliran dana dari pusat ke daerah. Selanjutnya, tim auditor perlu memeriksa semua tender logistik makanan di Sulawesi Utara. Jika ada pejabat daerah yang menerima titipan jabatan, maka pemerintah harus segera mencopot mereka.
Skandal Suap Wakil Kepala BGN Korbankan Anak Sekolah
Mahasiswa mengingatkan bahwa program pemenuhan gizi adalah hak mutlak masyarakat miskin. Jadi, pejabat tidak boleh menggunakan program stunting ini untuk mencari keuntungan pribadi.
“Sangat ironis dan menjijikkan jika program nasional untuk mengatasi stunting justru dijadikan ajang korupsi oleh putra daerahnya sendiri yang berada di pucuk pimpinan BGN. Kami ingatkan Kejagung, jika gurita permasalahan Lodewyk Pusung di BGN tidak dilacak sampai di Sulut, maka upaya penyelidikan hanya habis di meja pemeriksaan jakarta, sementara kasus yang menyeretnya memiliki kecurigaan besar atas motif mainan verifikasi mitra, yang tidak menutup kemungkinan berada di sulut,” tegas Kabid Hukum dan HAM HMI Manado.
Akhirnya, HMI Manado menyatakan bahwa aksi protes ini murni demi keadilan. Mereka ingin masyarakat mendapatkan kejelasan informasi yang jujur di media sosial.
“Hingga saat ini, kami tentu berharap bahwa desakan ini tidak memiliki tendensi apapun, melainkan keterbukaan dan kepastian dari banyaknya dugaan publik di jagat Maya,” tutupnya.(Sandi)
