MANADO, TR – Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Polda Sulawesi Utara mengambil peran penting dalam kegiatan Airport Security Exercise atau latihan keamanan bandara yang berlangsung di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Kamis (21/05/2026) pagi.
Dalam latihan tersebut, Sat Brimob Polda Sulut fokus pada simulasi penanganan ancaman teror bom di kawasan vital bandara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di area penerbangan.
DanSat Brimob Polda Sulut Kombes Pol Robby Samban, S.I.K melalui Komandan Detasemen Gegana, Kompol Stenly Lungkang, menjelaskan latihan kedaruratan itu merupakan agenda rutin tahunan yang digelar PT Angkasa Pura.
“Kami dari Satuan Brimob dilibatkan khusus untuk merespons ancaman teror bom. Untuk itu, kami menyiapkan satu unit komposit dari Detasemen Gegana guna mengantisipasi dan menangani skenario tersebut,” ujar Kompol Stenly didampingi Kabag Ops AKP Fs Alie saat diwawancarai media di depan kantor angkasa pura.
Menurut Kompol Stenly, latihan seperti ini sangat penting karena Bandara Internasional Sam Ratulangi masuk dalam kategori objek vital nasional yang membutuhkan pengamanan maksimal.
Ia menegaskan seluruh tahapan latihan mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) resmi yang berlaku di lingkungan penerbangan sipil. Dengan begitu, setiap personel memahami langkah penanganan cepat dan tepat saat menghadapi ancaman nyata.
Selain simulasi penanganan bom, sejumlah instansi terkait juga menguji kesiapan menghadapi kondisi darurat lainnya. Salah satunya simulasi kecelakaan pesawat atau crash landing.
Petugas juga menjalankan simulasi mitigasi bencana alam seperti gempa bumi. Seluruh skenario dirancang mendekati kondisi sebenarnya agar koordinasi antarinstansi berjalan maksimal saat terjadi keadaan darurat.
Latihan gabungan itu melibatkan unsur pengelola bandara, aparat keamanan, hingga tim penanganan darurat lainnya di kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado.
Brimob Kerahkan Unit Jibom dan Pengamanan Perimeter
Untuk mendukung jalannya latihan, Sat Brimob Polda Sulut turut mengerahkan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) khusus milik unit Penjinakan Bom atau Jibom.
“Pastinya kami didukung dengan alutsista unit Penjinakan Bom (Jibom) serta personel untuk pengamanan perimeter guna memastikan area sterilisasi berjalan dengan baik,” pungkas Kompol Stenly.
Kehadiran personel Gegana dan unit Jibom diharapkan mampu memperkuat sistem keamanan bandara. Selain itu, latihan bersama ini juga mempererat sinergi antara pengelola bandara, maskapai penerbangan, dan aparat keamanan.
Melalui latihan rutin tersebut, seluruh pihak diharapkan semakin siap menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jasa penerbangan di Sulawesi Utara.(One/Red)













