Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, 194 Personel Dit Polairud Polda Sulut Digembleng Latihan SAR di Tangkoko

BITUNG, TR – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Sulawesi Utara menggelar latihan intensif peningkatan kemampuan Search and Rescue (SAR) bagi 194 personel di kawasan Batu Putih, Tangkoko, Kota Bitung.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis hingga Sabtu, 21–23 Mei 2026.

Latihan SAR tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel saat menghadapi keadaan darurat, kecelakaan laut, maupun bencana alam di wilayah Sulawesi Utara.

Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prasaja, mengatakan seluruh personel harus selalu siap merespons berbagai situasi di lapangan. Karena itu, jajaran Dit Polairud memperkuat kemampuan teknis sekaligus ketahanan fisik selama pelatihan berlangsung.

Selama tiga hari, personel menjalani berbagai simulasi lapangan dan latihan ketangkasan yang dirancang untuk menguji kesiapan fisik maupun mental.

Kombes Pol Bayuaji yang memimpin langsung pelatihan tersebut menjelaskan, tim instruktur memberikan materi secara menyeluruh, mulai dari ketahanan fisik hingga pengoperasian perlengkapan penyelamatan.

“Latihannya antara lain adalah perjalanan dengan melihat stamina mereka, kemudian kita seolah-olah siap menghadapi segala sesuatu dan siap siaga dalam menghadapi bencana ataupun keadaan search and rescue,” ujar Kombes Pol Bayuaji kepada wartawan.

Pada hari pertama, personel menerima pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Mereka mempelajari penanganan pertama terhadap korban musibah yang mengalami henti jantung maupun patah tulang.

Selain itu, peserta juga mengoperasikan sejumlah perlengkapan taktis penyelamatan, seperti alat pemadam kebakaran, alat pemotong, hingga pencungkil besi yang digunakan saat mengevakuasi korban terjebak.

Selain fokus pada penyelamatan, Dit Polairud Polda Sulut juga membekali peserta dengan teknik survival di dua medan berbeda.

Personel menjalani latihan bertahan hidup di kawasan hutan dan wilayah laut.

Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung tugas kepolisian perairan, terutama saat terjadi insiden di wilayah pesisir maupun perairan terbuka.

Kombes Pol Bayuaji menegaskan seluruh personel harus menguasai prosedur evakuasi dan penyelamatan korban secara cepat dan aman.

Perkuat Soliditas Internal Dit Polairud

Tak hanya meningkatkan kemampuan teknis, latihan ini juga mempererat kebersamaan dan soliditas internal di lingkungan Dit Polairud Polda Sulut.

Kebersamaan antaranggota dinilai penting karena menjadi modal utama saat menghadapi operasi penyelamatan di lapangan.

“Latihan ini untuk meningkatkan kemampuan personel dan juga menciptakan soliditas internal bagi personel Polairud sendiri, sehingga kebersamaannya bisa dirasakan oleh mereka,” tegas Kombes Pol Bayuaji.

Hingga hari terakhir pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

Kombes Pol Bayuaji mengapresiasi semangat para personel yang tetap antusias mengikuti latihan dari awal hingga penutupan.

“Semua anggota antusias selama 3 hari pelaksanaan pelatihan, semuanya sehat dan lancar,” pungkasnya.(One/Red)