MANADO, TR – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Sam Ratulangi Manado resmi memulai operasional Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 pada Jumat, 13 Maret 2026. Kehadiran pusat pemantauan mudik atau Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 ini bertujuan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan para pengguna jasa transportasi udara di Sulawesi Utara.
Pihak manajemen menyiagakan posko ini selama 16 hari hingga tanggal 30 Maret 2026 mendatang. Sebanyak 70 personel internal dan 35 personel eksternal dari berbagai instansi lintas sektoral bergabung dalam tugas ini.
Baca juga :
https://teropongrakyat.com/injourney-airports-gelar-safari-ramadan-manado/
Unsur TNI AU, TNI AL, Brimob, hingga Balai Karantina Kesehatan turut memastikan koordinasi operasional berjalan tanpa kendala berarti di lapangan.
Petugas melakukan pengawasan ketat terhadap operasional penerbangan serta memberikan layanan kesehatan bagi para calon penumpang. Selain itu, tim memantau pergerakan pesawat dan kargo secara real-time guna menjaga ritme kerja bandara yang stabil.
Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menghadapi lonjakan arus manusia selama momentum hari raya.
General Manager Bandara Sam Ratulangi, Radityo Ari Purwoko, menjelaskan bahwa trafik penumpang tahun ini menunjukkan tren yang sangat positif. Beliau memproyeksikan jumlah penumpang mencapai 111.084 orang atau tumbuh 14 persen daripada tahun lalu. Sementara itu, frekuensi penerbangan pesawat diprediksi meningkat sekitar 8 persen dengan total 1.033 pergerakan.
“Selama 16 hari masa Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026 ini, diproyeksikan akan terjadi peningkatan jumlah pergerakan penumpang. Puncak arus mudik diprediksikan terjadi pada 16 Maret 2026 (H-4) dengan prediksi jumlah penumpang harian mencapai 7.481 penumpang. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 25 Maret 2026 (H+4) dengan jumlah penumpang diprediksi mencapai 7.432 penumpang,” ujar Radityo.
Sinergi Operasional pada Masa Angkutan Lebaran
Peningkatan trafik ini menuntut kesiapan mental dan fisik dari seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan bandara. Oleh karena itu, Radityo menekankan pentingnya komunikasi yang intensif agar arus mudik dan balik tetap lancar sesuai regulasi pemerintah. Keberhasilan operasional tahun lalu menjadi acuan penting bagi tim untuk memberikan hasil yang lebih maksimal tahun ini.
“Dengan adanya prediksi peningkatan trafik penumpang yang positif ini, tentu menjadi tantangan bagi kita semua. Oleh karena itu, mari kita bekerja sama dan bersinergi guna memastikan arus mudik dan arus balik Angkutan Lebaran Tahun 2026 dapat berjalan dengan aman, selamat, nyaman, dan lancar sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tambahnya.(Tim)
