Mau Karier Cemerlang? Yuk Kenalan dengan Prodi di Politeknik Agraria STPN

Sleman, TR – Menentukan program studi saat kuliah merupakan keputusan yang sangat penting bagi masa depan siswa. Oleh karena itu, bagi Anda yang berminat pada bidang pertanahan, Politeknik Agraria STPN di Sleman bisa menjadi pilihan terbaik. Kampus kedinasan di bawah Kementerian ATR/BPN ini merancang empat program studi unggulan. Semua prodi tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan instansi pemerintah dan industri. Pendaftaran kampus ini masih buka sampai 18 Juni 2026 dengan kuota total 350 taruna baru.

Pilihan pertama adalah Prodi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP). Prodi ini sangat cocok untuk lulusan SMA/SMK yang menyukai bidang geospasial dan hitungan. Taruna bernama Dandi Resando mengaku sangat menyukai prodi SPIP ini.

“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan,” katanya.

Selanjutnya, Politeknik Agraria STPN juga menyediakan Prodi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP). Prodi ini mempelajari tata ruang dan kebijakan publik secara mendalam. Taruni bernama Ayu Hanan Mutia memilih prodi ini karena ingin membenahi wilayah di daerah.

“Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau pemanfaatan ruang yang belum sesuai. Karena itulah saya tertarik mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang bisa mendukung pembangunan yang lebih baik,” ungkap Ayu Hanan Mutia.

Program Studi Manajemen dan Hukum di Kampus Agraria Sleman

Pilihan ketiga adalah Prodi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT). Prodi ini berfokus pada administrasi hukum pertanahan dan pelayanan masyarakat. Salah satu taruna, Rizaldi Secondia Putra, memilih KMPT karena lebih tertarik pada aspek regulasi.

“Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di prodi KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah, dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak bagi masyarakat,” ucap Rizaldi.

Terakhir, ada Prodi Sarjana Terapan Pertanahan yang menawarkan ilmu agraria secara luas dan komprehensif. Taruni asal Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, memilih prodi ini karena sangat menyukai tantangan lapangan.

“Saya suka mencoba hal baru dan senang kegiatan di alam. Ketika mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.(ATR/BPN)