banner 846x362

Masjid Nurul Jihad Polda Sulut Semarakkan Ramadan 1447 H, Ceramah hingga Tarawih Perkuat Spiritualitas Personel

MANADO, TR – Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Markas Komando Kepolisian Daerah Sulawesi Utara kian terasa khusyuk dan penuh makna. Masjid Nurul Jihad yang berada di kompleks Mapolda Sulut menjadi pusat kegiatan ibadah bagi personel kepolisian dan masyarakat sekitar selama bulan suci.

Beragam kegiatan religius digelar setiap hari sebagai upaya memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi antara anggota Polri dan warga.

Salah satu agenda rutin selama Ramadan adalah ceramah agama usai Sholat Dzuhur. Tausiyah disampaikan oleh para ustaz secara bergantian dengan materi yang relevan dan menyentuh kehidupan spiritual.

Pada Senin (23/2/2026), ceramah disampaikan oleh Ustad Barokah Zaenul Alam, SQ. Dalam tausiyahnya, ia mengupas tentang tiga jenis hati dalam perspektif Islam, yakni Qolbun Mayyit (hati yang mati), Qolbun Maridh (hati yang sakit), dan Qolbun Salim (hati yang selamat atau sehat).

Menurutnya, hati yang mati bukan berarti jantung berhenti berdetak, melainkan hilangnya fungsi spiritual. Ciri-cirinya adalah tidak mengenal Allah, tidak beribadah, serta selalu mengikuti hawa nafsu.

Sementara hati yang sakit berada di antara hidup dan mati. Hati ini memiliki iman, tetapi terjangkit penyakit seperti riya (pamer), hasad (dengki), ujub (bangga diri), dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.

Adapun hati yang selamat atau sehat adalah hati yang bersih dari syirik, hanya bergantung kepada Allah, serta dipenuhi keikhlasan dalam setiap amal.

Selain ceramah agama, Masjid Nurul Jihad juga menggelar buka puasa bersama yang diikuti pimpinan Polda, staf, serta masyarakat umum. Momentum ini menjadi sarana mempererat kebersamaan dalam suasana sederhana namun penuh keberkahan.

Kegiatan dilanjutkan dengan Sholat Isya, Sholat Tarawih, hingga Sholat Witir berjamaah yang rutin dilaksanakan setiap malam sepanjang Ramadan.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan membentuk karakter anggota Polri yang lebih humanis dan religius.

“Dengan memperkuat spiritualitas, diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan penuh empati,” singkatnya.

Ramadan di Masjid Nurul Jihad bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan momentum pembinaan rohani untuk memperkuat integritas dan dedikasi dalam pengabdian kepada masyarakat.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *