MANADO, TR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama TNI-Polri menggelar aksi bersih pantai besar-besaran pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman melalui Gerakan Indonesia ASRI Manado. Seluruh instansi turun ke pesisir Teluk Manado guna mendukung pelestarian lingkungan Teluk Manado secara berkelanjutan.
Agenda ini bermula sejak pukul 07.00 WITA sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas Presiden RI. Ribuan personel menyisir area mulai dari Pantai Los Malalayang hingga kawasan Tumumpa. Selain itu, kolaborasi ini melibatkan puluhan dinas pemerintahan yang berbagi tugas di titik-titik strategis.
Polda Sulawesi Utara mendapatkan tanggung jawab khusus untuk membersihkan area Tambatan Perahu Maasing. Di lokasi tersebut, personel kepolisian bekerja keras mengangkut sampah bersama anggota Korem 131/Santiago. Oleh karena itu, suasana gotong royong sangat terasa demi mengembalikan keindahan wajah ibu kota provinsi ini.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menegaskan bahwa aksi ini merupakan instruksi langsung pimpinan. Menurutnya, Polri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan fasilitas publik yang krusial bagi warga.
“Kehadiran personel Polda Sulut di lokasi Tambatan Perahu Maasing ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung penuh program Presiden RI melalui Gerakan Indonesia ASRI. Kami ingin memastikan bahwa kawasan publik, terutama area pantai yang menjadi ikon wisata dan sumber mata pencaharian warga, tetap bersih dan terjaga,” ujar Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan.
Larangan Bakar Sampah Selama Kerja Bakti Massal Sulut
Pemerintah juga memberikan instruksi tegas agar petugas tidak membakar sampah yang terkumpul. Langkah ini bertujuan mencegah polusi udara dan menjaga kualitas oksigen di sekitar pantai. Selanjutnya, petugas mengangkut sampah-sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir secara teratur.
Melalui aksi ini, Kabid Humas berharap kesadaran masyarakat Manado terus meningkat. Kebersihan pesisir pantai merupakan tanggung jawab bersama demi kenyamanan dan kesehatan generasi mendatang. Dengan demikian, ekosistem laut tetap terjaga dari ancaman limbah plastik yang merusak.(Tim)













