banner 846x362

Tampil Memukau, Bianca Tenda Raih Juara I Putri Remaja Teladan GMIM Wilayah Manado Winangun 2026

Manado, TR – Bianca Anabel Rahel Tenda sukses mengukir prestasi gemilang. Remaja berprestasi ini sukses meraih gelar Juara I Putri Remaja Teladan GMIM Wilayah Manado Winangun 2026.

Komisi Pelayanan Remaja (KPR) GMIM Wilayah Manado Winangun menggelar malam Grand Final tersebut dengan meriah. Acara bertempat di gedung gereja GMIM Eben Haezer Winangun pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Pemenang ajang ini membawa misi penting untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Ke depan, Bianca akan mewakili wilayahnya pada Pemilihan Remaja Teladan tingkat Rayon atau Sinode GMIM.

Ajang tahunan ini bertujuan membentuk generasi muda gereja yang berkarakter Kristiani. Panitia merancang seluruh kegiatan untuk menguji wawasan Alkitabiah, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan berkomunikasi peserta.

Sebanyak 16 finalis dari berbagai jemaat se-Wilayah Manado Winangun bersaing secara sehat sejak awal. Mereka harus melewati beragam tes ketat demi membuktikan kapasitas diri masing-masing.

Bianca merupakan utusan dari jemaat GMIM Yesus Memberkati Citraland. Siswi Kelas XI IPA Program Bina Khusus (Binsus) SMA Negeri 9 Manado ini tampil memukau sejak tahapan seleksi awal.

Ia langsung menarik perhatian juri dengan meraih nilai tertinggi sebesar 83,29 pada tes tertulis dan wawancara. Konsistensi Bianca terus terjaga sepanjang penilaian berlangsung.

Para finalis juga mendapatkan pembekalan khusus dari Bank Indonesia mengenai edukasi keuangan. Setelah itu, mereka wajib membuat video kreatif bertema “Cinta Rupiah” sebagai bagian dari penilaian digital.

Putri kedua pasangan Benny Tenda dan Merly Meike Mende ini juga unggul pada sesi akademis. Bianca mempresentasikan karya ilmiah yang membahas pola pergaulan sehat di kalangan remaja gereja.

Karya ilmiahnya berjudul “Pengaruh Eksklusivitas Pergaulan terhadap Pembentukan Karakter Solidaritas Remaja GMIM dalam Pelayanan Gereja.” Tulisan tersebut menekankan pentingnya membangun semangat kebersamaan.

Selain itu, panitia menguji kemampuan berbahasa asing peserta melalui sesi English Speech dan Talent Show. Bianca tampil percaya diri membawakan monolog bahasa Inggris yang memikat hati dewan juri.

Suasana malam Grand Final terasa sangat menegangkan saat memasuki babak eliminasi. Bianca berhasil melaju mulus ke babak tiga besar setelah menjawab pertanyaan singkat dari juri.

Pada babak penentuan, tiga finalis utama harus menjawab pertanyaan krusial secara langsung. Juri menilai aspek cara berpikir kritis, karakter, dan ketenangan peserta saat menyampaikan gagasan.

Melalui akumulasi nilai yang tinggi, juri menetapkan Bianca sebagai pemenang utama malam itu. Remaja yang bercita-cita menjadi dokter ini sukses membawa pulang mahkota juara.

Ketua Panitia, Kak Christisya Sigarlaki, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang terlibat. Ketua KPR Wilayah, Pnt. Okstesi Runtu, juga berharap para pemenang bisa menjadi teladan nyata.

Ungkapan Syukur dan Dukungan Penuh Keluarga

Ketua Jemaat GMIM Yesus Memberkati Citraland, Pdt. Altje Kalalo, menyambut gembira pencapaian luar biasa ini. Pihak gereja merasa bangga atas dedikasi yang Bianca tunjukkan.

“Puji Tuhan atas penyertaan-Nya. Kami bersyukur Bianca boleh memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama jemaat. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, doa, serta penyertaan Tuhan. Kiranya Bianca tetap rendah hati, terus bertumbuh dalam iman, dan semakin setia melayani Tuhan,” ujar Pdt. Altje Kalalo.

Orang tua Bianca juga merasakan kebahagiaan yang mendalam atas keberhasilan putri mereka. Mereka menilai kemenangan ini sebagai hadiah indah atas ketekunan Bianca.

“Sejak awal kami selalu mengingatkan Bianca bahwa tujuan mengikuti Pemilihan Remaja Teladan bukanlah mengejar mahkota atau gelar, melainkan menikmati setiap proses pembentukan karakter, iman, dan jiwa pelayanan. Apa pun hasilnya, kami sudah bangga melihat bagaimana Tuhan membentuk hidupnya. Gelar Juara I ini adalah bonus dari penyertaan Tuhan, kerja keras, disiplin, serta doa banyak orang. Kiranya Bianca tetap rendah hati, terus mengandalkan Tuhan, dan menjadi terang bagi sesama,” ungkap Benny Tenda dan Merly Meike Mende.

Bianca sendiri menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang membantu. Ia menganggap gelar ini sebagai awal dari tanggung jawab pelayanan yang lebih besar.

“Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus atas setiap penyertaan-Nya dalam seluruh proses yang saya jalani. Terima kasih kepada Mama dan Papa, keluarga, Ketua Jemaat, Komisi Pelayanan Remaja, para pembina, panitia, dan seluruh jemaat GMIM Yesus Memberkati Citraland yang terus mendoakan dan mendukung saya. Kemenangan ini saya persembahkan untuk kemuliaan Tuhan. Saya percaya ini bukan akhir, melainkan awal untuk terus belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang semakin berguna bagi Tuhan, gereja, dan sesama,” tutur Bianca.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *