Monica Tambajong Apresiasi Langkah Ditbinmas Polda Sulut Libatkan Generasi Muda Milenial Lewat FGD 

Manado, TR – Anggota Komisi IV DPRD Kota Manado, Monica Tambajong, S.E., M.B.A., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) oleh Dit Binmas Polda Sulut. Ia menilai keterlibatan generasi muda milenial sangat tepat dalam menjaga stabilitas daerah melalui dialog yang konstruktif. Oleh karena itu, langkah kepolisian merangkul generasi muda milenial menjadi strategi tepat untuk memperkuat persatuan di Sulawesi Utara.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Peninsula Manado ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pelajar hingga perwakilan mahasiswa. Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Sulut, Kombes Pol Rio Panelewen, membuka langsung kegiatan tersebut.

Baca juga: 

Strategi Gen Z Manado Lawan Radikalisme dalam FGD Binmas Polda Sulut

“Tentunya seperti yang saya sampaikan tadi, saya sangat senang dan mengapresiasi Direkturat Pembinaan Masyarakat Polda Sulawesi Utara, Pak Direktur, Kombes Pol Rio Panelewen beserta seluruh jajarannya telah melaksanakan kegiatan yang baik seperti ini,” ujar Monica.

Monica Tambajong yang juga sebagai pemateri menegaskan bahwa forum dialog harus menjadi agenda rutin. Upaya ini bertujuan utama untuk menekan bahaya radikalisme serta sikap intoleran yang mungkin muncul di tengah masyarakat. Beliau melihat antusiasme peserta yang sangat luar biasa dalam menyikapi isu-isu sosial terkini.

“Karena pada dasarnya sangat penting kita mengundang generasi muda, toko-toko agama untuk bisa berdialog, berdiskusi, khususnya untuk menekan radikalisme dan intoleransi di Sulawesi Utara,” tegas politisi muda tersebut.

Menurutnya, pemikiran kritis dari para mahasiswa menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap masa depan bangsa. Monica menilai semangat anak muda ini perlu mendapat ruang yang lebih luas dalam setiap kebijakan pemerintah maupun kepolisian.

Wadah Kreativitas untuk Kaum Milenial dan Mahasiswa

Baca juga : 

https://teropongrakyat.com/strategi-gen-z-manado-lawan-radikalisme-fgd-polda-sulut/

Lebih lanjut, Monica mengungkapkan bahwa pemerintah harus mampu mengelola potensi besar yang dimiliki oleh anak muda saat ini. Ia terkesan dengan banyaknya masukan segar dan kritis yang terlontar selama sesi diskusi berlangsung. Hal ini membuktikan bahwa pemikiran mereka tidak boleh terabaikan begitu saja.

“Jadi menurut saya ini kegiatan yang sangat baik dan harus lebih ditingkatkan. Tadi ada masukan-masukan seperti apa. Ini begitu aktif para mahasiswa-mahasiswa ini. Saya melihat bahwa generasi muda yang hadir hari ini mereka cukup kritis, mereka punya pemikiran-pemikiran yang fresh. Tentunya itu tidak bisa didiamkan saja, tapi harus terus kita tingkatkan, kita kelola, kita libatkan anak muda ini dalam setiap kegiatan-kegiatan pemerintahan maupun kepolisian,” ungkapnya.

Sebagai langkah nyata, ia berharap hasil diskusi ini tidak berhenti pada seremonial belaka. Monica mengusulkan pembuatan sebuah platform khusus yang mampu menampung usulan serta kreativitas positif bagi kaum muda.

“Sehingga pemikiran-pemikiran mereka ini sama seperti yang disampaikan bisa dibuatkan satu proyek yang didalamnya mengandung pasukan, usulan dari anak-anak muda. Dan kemudian bisa dibuatkan satu platform untuk bisa menampung apa yang menjadi kreativitas mereka sehingga mereka ini punya wadah gitu. Untuk bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang positif,” tandasnya.(One/Red)