banner 846x362

Momen Haru, Kristi Karla Arina Setia Dampingi Sang Ayahnya Pdt. Hein Arina di Sidang Perdana PN Manado

MANADO, TeropongRakyat.com – Suasana haru mewarnai sidang perdana kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi yang menghadirkan Pdt. Hein Arina di Pengadilan Negeri Manado, Jumat (29/8/2025).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan menghadirkan kisah penuh kasih dari putrinya, Kristi Karla Arina, yang sejak awal setia mendampingi sang ayah.

Kristi terlihat tak pernah meninggalkan ayahnya, mulai dari masa penahanan di Polda hingga mendampingi langsung di ruang persidangan. Puncak haru terlihat usai pembacaan dakwaan, ketika Pdt. Hein Arina menghampiri Kristi dan memeluknya erat. Pelukan itu menjadi simbol ikatan kasih sayang antara ayah dan anak, yang tetap terjalin kuat di tengah badai cobaan.

Kasih sayang orang tua terhadap anak maupun sebaliknya memang tidak pernah lekang oleh waktu. Kehadiran Kristi menjadi penopang moral sekaligus penguat semangat bagi sang ayah dalam menghadapi proses hukum.

Tidak hanya Kristi, sejumlah kerabat, keluarga, serta pendukung Pdt. Hein Arina turut hadir memenuhi ruang sidang Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H. Mereka memberi dukungan penuh dan doa agar proses hukum berjalan adil. Bahkan sebelum persidangan dimulai, pengurus GMIM bersama jemaat terlebih dahulu menggelar doa bersama di depan ruang sidang.

Kuasa hukum Pdt. Hein Arina, Frangklin Montolalu, menegaskan bahwa dakwaan merupakan titik penting dalam proses persidangan.

“Dakwaan merupakan mahkota dari persidangan. Hakim tidak dapat memutuskan lebih atau kurang daripada surat dakwaan,” ujarnya kepada wartawan di PN Manado, Jumat (29/08).

Frangklin menambahkan, apabila isi dakwaan tidak sesuai dengan fakta yang ada, maka dakwaan tersebut bisa saja gugur.

“Seandainya surat dakwaan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, maka bisa saja dakwaan itu batal. Tinggal menunggu proses pengujian di pengadilan,” jelasnya.

Sidang akan kembali dilanjutkan pada 10 September 2025 mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi.

Dukungan keluarga, serta keteguhan iman jemaat terus mengalir, menjadi kekuatan tersendiri bagi Pdt. Hein Arina dan keluarganya.(One/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *