MANADO, TR – Tingkat okupansi Hotel Grand Luley Manado menunjukkan tren positif dalam dua bulan terakhir. Rata-rata tingkat keterisian kamar berada di atas 50 persen.
Wisatawan mancanegara atau wisman mendominasi hunian hotel dengan porsi mencapai 60 persen. Sementara itu, wisatawan domestik menyumbang sekitar 40 persen dari total tamu.
Food and Beverage (FB) Supervisor Hotel Grand Luley Manado, Bony Irawan, mengatakan wisatawan asal Korea dan Eropa menjadi pengunjung yang paling banyak menginap.
“Untuk hunian, 60 persen dari turis asing, 40 persen dari domestik. Wisatawan untuk sekarang banyak yang dari Korea sama dari Eropa. Kalau untuk dua bulan terakhir stabil pengunjungnya, karena ini kebetulan lagi musim panas, jadi banyak yang liburan,” ujar Bony Irawan.
Menurut Bony, musim panas turut mendorong kunjungan wisatawan mancanegara. Kondisi ini membuat tingkat hunian hotel tetap stabil dalam dua bulan terakhir.
Hotel Grand Luley Manado juga mencatat perbedaan lama tinggal antara wisatawan domestik dan wisman.
Tamu lokal umumnya menginap selama satu malam, terutama saat akhir pekan. Sementara itu, wisatawan asal Korea rata-rata menginap selama tiga malam.
Wisatawan Eropa memiliki durasi tinggal yang lebih panjang. Sebagian tamu bahkan menginap hingga 20 hari untuk menikmati aktivitas diving di kawasan Manado dan sekitarnya.
Pada periode libur panjang atau long weekend, tingkat okupansi Hotel Grand Luley Manado dapat mencapai 100 persen.
Tingginya permintaan kamar membuat manajemen hotel harus menolak sejumlah reservasi baru ketika seluruh kamar telah terisi.
Hotel Grand Luley Manado juga menawarkan Promo Merdeka untuk menyambut peringatan 17 Agustus. Paket tersebut mencakup kamar serta fasilitas aktivitas outdoor.
Beberapa aktivitas yang tersedia antara lain kayak dan zipline. Promo tersebut menjadi salah satu upaya hotel untuk menarik lebih banyak wisatawan selama periode liburan.
DEKAT TAMAN NASIONAL BUNAKEN
Bony mengatakan lokasi menjadi salah satu keunggulan Hotel Grand Luley Manado. Hotel tersebut memiliki akses yang dekat dengan Taman Nasional Bunaken.
Selain lokasi, hotel juga menawarkan berbagai aktivitas bagi wisatawan. Pemandangan alam menjadi daya tarik lain yang banyak dinikmati para tamu.
“Sejauh ini tempatnya yang kita unggulkan, karena akses ke Bunaken yang dekat dan aktivitasnya lengkap. Sunset-nya belum pernah gagal, dan yang banyak tidak diketahui, bukan cuma sunset, sunrise-nya juga bagus,” pungkas Bony.
Tren okupansi Hotel Grand Luley Manado menunjukkan potensi positif pariwisata di Manado. Dominasi wisatawan Korea dan Eropa juga memperlihatkan tingginya minat wisatawan mancanegara terhadap destinasi wisata Sulawesi Utara.(One/Red)













