Minahasa, TR – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara terus memperkuat pembinaan masyarakat pesisir. Personel Subdit Binmas Air mendatangi nelayan Desa Borgo, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan edukasi ini berlangsung di Aula Balai Desa Borgo mulai pukul 10.00 hingga 12.00 Wita. Kanit 1 Binmas Air Ditpolairud Polda Sulut, AKP La Ali, S.Sos, memimpin langsung tim penyuluhan tersebut.
Sebanyak 45 warga pesisir menghadiri penyuluhan maritim ini. Petugas bertujuan meningkatkan kesadaran nelayan terkait keselamatan melaut, aturan hukum, dan kelestarian laut.
Petugas menekankan nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan jiwa saat melaut. Nelayan harus membawa serta memakai alat keselamatan standar seperti life jacket.
Petugas mengimbau warga memastikan kondisi kapal dan mesin layak jalan. Nelayan juga wajib memantau cuaca dan tidak memaksakan melaut saat cuaca buruk demi mencegah kecelakaan.
Ditpolairud Polda Sulut melarang keras penggunaan racun, potasium, maupun bom ikan. Metode berbahaya ini merusak terumbu karang serta merusak biota perairan secara permanen.
Praktik penangkapan ilegal tersebut melanggar ketentuan perundang-undangan di bidang perikanan. Pelakunya terancam sanksi hukum pidana berat.
Petugas memberi pemahaman mendalam terkait jenis satwa laut yang dilindungi undang-undang. Spesies tersebut mencakup penyu belimbing, penyu tempayan, penyu lekang, penyu pipih, penyu sisik, dan penyu hijau.
Masyarakat tidak boleh menangkap, memperjualbelikan, atau mengganggu satwa lindung tersebut. Petugas menegaskan perlindungan penyu sangat penting bagi keseimbangan alam.
Selain itu, tim penyuluh menjelaskan bahaya mengonsumsi biota laut beracun. Biota beracun itu meliputi ikan buntal, gurita cincin biru, dan devil crab atau kepiting beracun.
Edukasi biota beracun ini efektif mencegah kasus keracunan fatal di kalangan nelayan pesisir.
Sinergi Polda Sulut dan Masyarakat Pesisir Minahasa
Ditpolairud Polda Sulut berharap penyuluhan ini mempererat kemitraan dengan masyarakat. Sinergi ini memperkuat keamanan perairan, budaya keselamatan, dan kelestarian ekosistem laut.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons hangat dari warga. Ditpolairud Polda Sulut siap melanjutkan kegiatan serupa di berbagai kawasan pesisir lainnya. (One/Red)













